Wayang dan Ketoprak Jadi Prioritas Dewan Kesenian

KLATEN – Pengembangan seni budaya tradisional, khususnya ketoprak dan wayang menjadi prioritas Dewan Kesenian (Wankes) Klaten dalam kegiatan tahun 2019. Tahun ini, Wankes mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Klaten sebesar Rp 2 miliar, dan akan mendapat tambahan dana Rp 700 juta dari APBD Perubahan.

Hal itu ditegaskan Ketua Harian Wankes Klaten FX Setiawan DS didampingi Ketua V Wankes Wahyudi Martono yang juga Kepala Bagian Humas Setda Klaten dan beberapa pengurus lain di Sekretariat Wankes di kompleks RSPD Klaten, Selasa (9/7).

”Tahun ini, kami mendapatkan alokasi anggaran Rp 2 miliar dari APBD 2019, dan akan mendapat tambahan Rp 700 juta dari APBD Perubahan. Tahun ini, wayang, ketoprak dan musik menjadi prioritas dalam kegiatan Dewan Kesenian Klaten,” tegas FX Setiawan.

Pada tahun ini, Dewan Kesenian mengagendakan pelaksanaan 66 kegiatan. Hingga awal Juli, sudah terlaksana 21 kegiatan. Sesuai visi misinya, Wankes bertekad nguripke (menghidupkan), ngurupke (menyalakan) dan ngirapke (menampilkan) seni budaya yang ada di Kabupaten Klaten.

”Anggaran Dewan Kesenian akan diperuntukkan bagi kegiatan seni budaya yang belum didanai oleh pihak lain. Saat ini, ketoprak sudah mulai mendapat tempat di hati masyarakat Klaten, tak hanya di kalangan berumur namun juga di kalangan muda dan pelajar,” tegasnya.

Sebagian dari kegiatan seni budaya yang sudah disusun merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74. Dimulai dari festival ketoprak antarkecamatan yang akan digelar di panggung RSPD Klaten, 15-19 Juli 2019 setiap malam.

”Rencana festival ketoprak ini disambut antusias, saat ini peserta sudah mulai latihan untuk persiapan pementasan. Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat mencintai ketoprak dan lebih memahami bahasa Jawa. Rencananya, ada 26 peserta dari masing-masing kecamatan,” ujar Setiawan. 

Pada penyelenggaraan pertama tahun lalu, ada beberapa kecamatan yang tidak mengikuti festival dengan berbagai alasan. Namun untuk tahun 2019 ini semua kecamatan ikut. Dalam festival tersebut, setiap hari akan tampil 5 sampai 6 peserta, masing-masing mendapatkan alokasi waktu 1 jam.

Semangat itu, mendukung upaya menjadikan Klaten sebagai Kota Ketoprak. Para pejabat Klaten pun beberapa kali ikut pentas ketoprak. Sebelumnya, festival ketoprak bagi pelajar SD, SMP dan SMA sudah digelar rutin setahun sekali dengan disponsori Amigo Grup.

Festival hari pertama, Senin (15/7) tampil 5 peserta dari Klaten Selatan, Jogonalan, Bayat dan Juwiring. Pada Selasa (16/7), tampil kecamatan Klaten Utara, Manisrenggo, Kalikotes , Karangdowo, Prambanan, dan Kemalang.

Kemudian, Rabu (17/7) akan tampil kecamatan Klaten Tengah, Trucuk, Tulung , Cawas, Karanganom, dan Gantiwarno. Selanjutnya pada Kamis (18/7) akan tampil kecamatan Kebonarum, Ceper, Wedi, Polanharjo, Jatinom dan Wonosari. Pada hari terakhir, Jumat (19/7) tampil tiga kecamatan yakni Ngawen, Delanggu, dan Pedan. (F5-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort