Warga Karangmalang Diajak Produksi Jeli Ceplok Piring

SEMARANG – Tim kuliah kerja nyata (KKN) alternatif Universitas Negeri Semarang (Unnes), menyosialisasikan pembuatan jeli berbahan dasar daun ceplok piring (Gardenia augusta), di RW 03 Kelurahan Karangmalang, Mijen, belum lama ini.
Pandan, mahasiswa KKN Unnes, sekaligus penanggung jawab kegiatan pembuatan jeli ceplok piring, mengatakan pengabdian masyarakat ini ceplok piring, adalah salah satu tanaman hias sekaligus tanaman obat, yang banyak dikenal di Indonesia.
Jeli tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu para penderita diabetes mellitus, sariawan, radang, demam, dan sulit buang air besar.
Ceplok piring atau kaca piring, merupakan perdu tegak dengan tinggi 1-2 m. Batangnya berkayu, bercabang, ranting mudanya terlapis lilin, dengan warna hijau kecoklatan.
Tanaman ini banyak tumbuh di Kelurahan Karangmalang. Hampir setiap rumah terdapat tanaman ini dan dapat dipanen setiap seminggu, dengan hasil 20 ikat.
Biasanya warga hanya mengelola daun ini sebagai sebagai bahan dekorasi. Karena itu tim KKN Alternatif Unnes, mengajak warga untuk melakukan diversifikasi, dengan memanfaatkan ceplok piring sebagai jeli.
Cara pembuatannya yaitu daun yang telah dipetik, didiamkan semalaman, untuk kemudian dipisahkan tulangnya. Bahan tersebut kemudian dicuci bersih dan ditiriskan, dan direndam air hangat yang dicampur dengan perasan jeruk nipis.
Pemanfaatan Potensi
Daun kemudian diremas-remas hingga mengeluarkan lendir dan mengental. Lendir itulah yang nantinya diolah menjadi jeli.
Pengabdian yang dilakukan tim KKN Unnes tersebut, bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu di Kelurahan Karangmalang. Dengan demikian, dapat memaksimalkan pemanfaatan potensi daun ceplok piring yang berlimpah, selain sekadar sebagai dekorasi.
Jeli yang diproduksi, kemudian dapat dijual, sehingga menambah penghasilan keluarga.
”Kalau dibuat jeli, akan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan saat masih mentah,” ujarnya.
Lurah Karangmalang, RBA Santoso Wahyu Mahardi, mengatakan di wilayahnya, daun ceplok piring sangat melimpah, namun belum ada inovasi untuk memaksimalkan keuntungan ekonomi.
Dengan adanya kegiatan ini warga, khususnya ibu-ibu RW 03 sangat antusias dalam menyimak cara mengolah daun ceplok piring menjadi jeli serta ibu-ibu ikut mencicipi jeli ceplok piring yang sudah jadi.
Ibu-ibu RW 03 merasa senang mendapatkan ilmu cara mengolah daun ceplok piring tidak hanya dijual sebagai dekorasi saja tetapi bisa dikonsumsi. (G6-42)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *