Warga Jatirejo Populerkan Batik Motif Kolang-Kaling

SEMARANG – Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati merupakan salah satu daerah penghasil kolang-kaling di Kota Semarang. Hampir sebagian besar warganya mengolah penganan tersebut.

Selain kolang-kaling, ada potensi baru yang sedang digarap warga Jatirejo. Salah satunya batik Semarang dengan motif kolang-kaling. Batik ini diharapkan akan populer menyamai motif batik Semarangan seperti batik Burung Blekok, batik Tugu Muda, batik Lawang Sewu dan masih banyak motif lainnya khas Semarang.

Tim Mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengajak warga Jatirejo untuk memproduksi batik motif kolang-kaling. Pelatihan diselenggarakan selama tiga minggu setiap hari minggu di Balai Kelurahan Jatirejo, belum lama ini.

Pelatihan dipimpin oleh Pemilik Salma Batik, Umi dan diikuti 10 warga Jatirejo. Kali pertama warga mendapatkan pelatihan menggambar motif, mencanting, pewarnaan dan pelorotan.

Ketua Tim KKN Unnes, Christian Adiwinata menuturkan, tujuan dari pelatihan membatik ini adalah untuk mengembangkan potensi Jatirejo menjadi desa wisata. Selain menjadi kampung sentra kolang-kaling, desa Jatirejo ini juga bisa menghasilkan potensi lain yaitu batik Semarangan dengan motif kolang-kaling.

Pemasaran Online

“Diharapkan batik motif kolang-kaling ini akan menjadi ciri khas dari Kelurahan Jatirejo. Selain dikenal sebagai sentra kolang-kaling juga dikenal sebagai kampung batik,” ujarnya.

Pihaknya berharap pelatihan membuat batik ini bisa dipraktikkan dan diproduksi warga Jatirejo. Sehingga dapat bermanfaat dan meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga di Jatirejo. Selama pelatihan juga diajarkan cara memasarkan melalui online, sehingga warga tidak perlu kebingungan harus memasarkan produknya.

Penanggungjawab Tim KKN Unnes Partini mengatakan, kegiatan pelatihan ini adalah wujud dari kegiatan praktek KKN mahasiswa Unnes yang beranggotakan 15 mahasiswa. Diantaranya ada Adhel Grace Nasenda, Akhmad Roy Khanafi dan masih banyak lagi.

“Selama tiga minggu kami terjun mengenal aktivitas warga Jatirejo. Kami ikut dalam seluruh kegiatan warga,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan membatik, mahasiswa juga memberikan pelatihan membuat gantungan kunci kepada ibu-ibu, tirai laba-laba untuk anak-anak sekolah. Juga aktivitas lainnya seperti penanaman pohon, memberikan pelatihan cerdas bermedia sosial dan aktivitas lainnya yang bermanfaat untuk warga. (K14-48)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *