Usaha Tak Kenal Lelah itu Berbuah Manis

MENJADI guru, petani dan berwirausaha sekaligus tentu menyedot banyak tenaga, waktu dan biaya. Namun hal itu terus dijalani Teguh Waluyo, guru pendikan jasmani, olahraga dan kesehatan asal SMP Maarif NU 1 Ajibarang yang kini meraih beragam prestasi nasional.

Pemuda asal Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang yang kini mengelola kebun buah, hingga budidaya lebah ini pernah Juara I Lomba Kewirausahaan Nasional yang telah digelar Senat Mahasiswa UMP 2017.

Terbaru, ia telah dinobatkan sebagai Juara I Nasional Lomba Inovasi Koperasi pada Hari Koperasi Nasional di GOR Satria Purwokerto 2019. Dalam waktu dekat ia akan mengikuti Lomba Pemuda Pelopor 2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah mewakili Kabupaten Banyumas.

“Segala sesuatu itu butuh pengorbanan, ia merelakan untuk meninggalkan beberapa kegiatan lain untuk lebih fokus pada usaha ini. Bahkan tidak jarang setelah pulang mengajar, saya tetap bekerja sampai tengah malam,” jelasnya.

Perkebunan buah jambu, anggur, cherry, durian, tin, zaitun, bidara, delima, siwak dan 60 varietas lain yang dikelola sejak 2014 diberinya nama Prawita Garden. Selain hasil buah, lahannya juga digunakan untuk pengembangan bibit tanaman buah yang sudah dikelola yaitu bibit tanaman buah jambu kristal, mangga dan durian.

“Kami juga telah memproduksi madu kemasan berupa madu tawon (raw honey), madu klanceng (trigona), madu lebah hutan (tawon gung), bee pollen, propolis, royal jelly dan teh madu klanceng,” katanya.

Omset sekarang jauh lebih meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, omsetnya sudah dapat menutup biaya produksi dan nilai itu sudah termasuk tutup modal awal. Sehingga jalannya usaha ini cenderung sudah stabil dalam pengelolaannya.

Bagi Teguh, sapaan akrabnya, perjalanan usahanya butuh kerja keras dan tidak dapat berdiri sendiri, ia mengembangkan jejaring kerjasama dengan kelompok petani muda, kelompok tani hutan dan organisasi pemuda lain sebagai mitra sekaligus pengelola usaha.

“Awalnya memang tertarik dengan dunia peternakan lebah dan mengajak pemuda yang lain untuk bersama mengelola. Dari pengelolaan kolektif itu, usaha ini terus berkembang dan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” katanya.

Teguh menyampaikan, dalam mengelola usahanya, ia tidak memiliki kiat khusus, ia hanya melakukan sesuatu yang disukai dan mudah dilakukan. Ia mengaku suka berorganisasi, suka mengajar sambil mendalami dunia pertanian dan peternakan lebah.

“Bermodal kemauan dan banyak teman di organisasi, saat itu dibuat konsep usaha yang menjangkau dan menarik banyak orang terutama pemuda. Tanpa kerjasama dengan tim pemuda tentu tidak dapat berkembang seperti sekarang ini,” tegasnya.(Susanto-20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort