Upaya BAKTI Dukung Labuhan Bajo Sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas Mata Hati Kata Hati

HARI itu waktu sudah menunjukkan pk 11:00 siang, di mana sinar matahari sudah mulai panas diiringi hembusan angin laut sepoi-sepoi,Zainuddin (27),seorang warga Bajo yang sudah lama tinggal di Kelurahan Rangko Manggarai Barat,berjalan cepat diatas dermaga tradisional Pantai Rangko.
” Mau membersihkan perahu mas, biasa pekerjaan rutin saya dan sekitar 20 pemilik perahu di pantai ini,”kata Zainuddin,bapak dua anak ini menjawab sapaan.
Sambil terus me- lap sebagian perahu-nya,Zainuddin bercerita bahwa sudah 5 tahunan dia mencari nafkah di kawasan tersebut.
“Bersama sekitar 20 pemilik perahu lainnya,saya menyeberangkan pengunjung yang mau berwisata ke Goa Rangko,yang merupakan salah satu tujuan pariwasata di Labuhan Bajo.Jaraknya sekitar 20 menit dengan ongkos sekitar 150.000 sekali berangkat, mengangkut 5 atau 1O orang,” kata Zainuddin.
Sebagaimana keramaian di pusat-pusat wisata dimanapun,menurut Zainuddin biasanya di hari Sabtu dan Minggu serta hari libur, wisatawan yang datang ke Goa Rangko cukup ramai,kalau hari biasa cuma sedikit.” Kecuali saat pandemi sekarang,dimana mana sepi,’kata Zainuddin,sambil mengusap keringat.
Ditengah rutinitasnya tersebut,Zainuddin berkisah,bahwa belakangan ini dirinya bersama sejumlah pemilik perahu merasa gembira pasalnya pemerintah terus mengembangkan keberadaan obyek pariwisata tersebut. Hal itu dibuktikan oleh perbaikan sarana dan fasilitas pendukung di kawasan wisata tersebut,seperti perbaikan dermaga,perluasan lahan parkir,area penjualan tiket,kuliner dan bangku-bangku untuk tempat istirahat pengunjung.
Kegembiraan itu kian memuncak setelah di kawasan wisata tersebut terpasang BTS untuk sinyal WiFi gratis.Meski kehadirannya baru dirasakan di kawasan wisata tersebut, namun kehadiran BTS itu disambut gembira karena memberikan manfaat yang sangat besar.” Tentu bukan hanya bermanfaat bagi pengunjung wisata,para pelaku usaha di obyek wisata sini,(Desa pantai Rangko,red),tapi juga oleh masyarakat sini,”kata Zainuddin tamatan SMK swasta di Labuan Bajo.
Selama ini,lanjut dia, akses internet gratis baru dirasakan di pantai saja. Sebab bila jauh dari pantai sinyal pun hilang.”Kalau di pantai karena ada pantulan dari Bajo,jaringan ada,ujar Zainuddin.
Zainuddin berharap dengan semakin bagusnya jaringan koneksi didaerahnya,masyarakat makin banyak mendapat manfaat baik itu untuk kebutuhan informasi,pendidikan dan ekonomi.” Jadi kalau mau Youtub-an tidak harus ke pantai,”kilah dia.
Kegembiraan serupa diungkapkan Rano Tamba,(30),seorang lelaki petugas wisata di Pulau Padar. dia tinggal di salah satu kawasan di Bajo ,-kawasan Pulau Air- mengaku,dirinya senang dengan langkah pemerintah yang terus memperkuat jaringan internet.” Komunikasi makin cepat,manfaatnya sangat terasa untuk anak sekolah dan pelaku usaha,”kata Rano. Makin bagusnya koneksi internet kata dia berpengaruh terhadap kecerdasan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.” Proses belajar mengajar makin baik,usaha juga kian mudah,”ujarnya lagi.
Saat mendampingi kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate ke Labuhan Bajo, Jumat (25/9/2020) lalu mengatakan tengah,Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelesaikan fasilitas Super WiFi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Terdapat 23 titik Super WiFi yang dibangun sebagai pilot project. 20 titik di antaranya sudah aktif, sementara 3 titik lainnya tengah dalam pemasangan.
Proyek ini melibatkan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dalam membangun infrastruktur Super WiFi tersebut.
Super WiFi merupakan teknologi WiFi yang jangkauannya lebih luas dibandingkan WiFi konvensional.
Dalam hal ini, Super WiFi dapat menjangkau hingga 500 meter atau lebih, apabila tidak terhambat dengan penghalang apapun.
Kalau WiFi yang pada umumnya mungkin hanya bisa menjangkau sekitar 50 meter secara optimal, dengan Super WiFi bisa sampai 500 meter.
Lebih lanjut, Anang mengatakan bahwa kapasitas penggunaan Super WiFi bergantung pada jumlah kapasitas maksimal dari backhaul yang tersedia.
Backhaul adalah jaringan perantara yang menghubungkan backbone (jaringan utama) dengan pemancar.
Kapasitas penggunaannya tergantung kapasitas backhaul. Semakin besar kapasitas backhaul-nya, maksimal penggunaannya juga akan naik.
Super WiFi akan menggunakan frekuensi unlicensed band pada spektrum 2,4 GHz. Pendanaan proyek ini diperoleh dari Universal Service Obligation (USO).
Dana ini berasal dari setoran para pelaku bisnis telekomunikasi setiap kuartal dengan besaran 1,25 persen dari pendapatan kotor.
Selain itu, BAKTI juga akan bermitra dengan dua perusahaan penyedia layanan ISP yakni Telkom dan PT. Dwi Tunggal Putra (DTP).
Tentu saja dengan perusahaan ISP yang punya solusi Super WiFi. Saat ini sudah ada dua perusahaan yang melakukan POC Super WiFi dengan BAKTI yaitu DTP dan Telkom.
Saat berkunjung ke NTT, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar rapat kordinasi (rakor) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Jumat (25/9/2020).
Kegiatan yang dipimpin langsung Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate itu dilaksanakan di Hotel Jayakarta.
Rapat pembahasan tentang percepatanpembangunan infrastruktur telekomunikasi, mendukung percepatan transformasi digital Indonesia dan juga realisasi Provinsi NTT sebagai salah satu dari Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi serta sejumlah pejabat Pemkab Mabar.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate dalam sambutannya menjelaskan sebanyak 5 arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo terkait percepatan transformasi digital.
Percepatan transformasi digital, lanjut dia, yakni pertama: perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, kedua : pembuatan roadmap transformasi digital, ketiga : integrasi pusat data nasional, keempat: penyiapan SDM/talenta digital, dan kelima : percepatan regulasi dan skema
pembiayaan terkait transformasi digital.
Dijelaskannya, arahan tersebut diturunkan oleh Kementerian Kominfo ke dalam beberapa program kebijakan prioritas di sektor pembangunan infrastruktur digital, adopsi teknologi baru, peningkatan talenta digital, penyiapan regulasi serta penguatan
kolaborasi Internasional di bidang digital.
“Pembangunan dan perluasan infrastruktur digital menjadi salah satu program prioritas utama Kementerian Kominfo. Ini dilakukan untuk meningkatkan rasio dan menurunkan disparitas internetifikasi di berbagai wilayah di Indonesia, di mana masih ada 12.548 desa di seluruh Indonesia yang belum terjangkau sinyal 4G dan sekitar 150.000 titik layanan publik yang belum terjangkau akses Internet cepat,” katanya.
Dijelaskannya, di Provinsi NTT sendiri terdapat sebanyak 645 desa yang belum terjangkau sinyal 4G, dimana 542 desa berada di wilayah 3T dan 103 desa berada di wilayah non-3T.
Atas dasar itu, akhir tahun 2020, Kementerian Kominfo menargetkan pembangunan 121 lokasi BTS USO 4G.
Sementara untuk tahun 2021 akan dibangun 421 BTS baru, sehingga akan terdapat total 542 BTS berdiri di provinsi ini. Lokasi pembangunan itu diantaranya 16 kabupaten/kota.
“Lokasi pembangunan terbanyak ada di Sumba Timur yakni 89 titik, Manggarai Timur 66 titik, Ende 59 titik, Alor 33 titik, Manggarai dan Lembata masing-masing 31 titik, dan kabupaten/kota lain dengan jumlah yang variasi. Dari total 7.652 titik Internet cepat yang dibangun oleh BLU BAKTI, 852 titik berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. 538 titik diantaranya dimanfaatkan untuk sektor pendidikan, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk kantor pemerintahan, pelayanan kesehatan, pusat kegiatan masyarakat, dan sebagainya,” jelasnya.
Sedangkan terkhusus di wilayah Labuan Bajo, pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini juga dilakukan untuk mendukung realisasi Labuan Bajo sebagai salah satu dari Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang sekaligus akan menjadi tuan rumah bagi pagelaran internasional, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023. Pada 40 titik area wisata, tahun ini, 18 BTS 4G diharapkan dapat selesai pembangunannya pada minggu ketiga bulan Oktober 2020.
Percepatan transformasi digital dan perluasan infrastruktur membutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta dari operator telekomunikasi dan pemangku kepentingan terkait lainnya agar pembangunan BTS dan layanan akses internet gratis berjalan lancar serta tepat guna dan tepat sasaran.
Sebagaimana diketahui, Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata utama nasional yang pengembangannya terus didorong oleh pemerintah. Selain karena kekayaan alam yang memesona, juga karena di tempat ini terdapat satwa langka komodo.Karena itu pemerintah menyediakan fasilitas-fasilitas yang membuat wisatawan merasa nyaman dan terkesan berkunjung ke daerah ini sehingga ingin kembali lagi.”Sehingga bagaimana masyarakat setempat makin nyaman dan sejahtera, begitu juga dengan wisatawan yang berkunjung,” ujar Menkominfo.Dengan dukungan BAKTI, masyarakat terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dapat memanfaatkan koneksi internet secara gratis namun dengan layanan yang andal.Keberadaan jarinagan Super WiFi gratis di Labuan Bajo, merupakan salah sejalan dengan rencana penyediaan infrastruktur mengingat kebutuhan akan internet adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi terutama untuk daerah-daerah yang sulit diakses.
Sejumlah manfaat penting dari akses internet ini,menurut Menkominfo antara lain pertama ialah peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning. Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan. Ketiga, ialah solusi digital village yang menyinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi.Dengan akses jaringan yang baik, bisa meningkatkan daya saing masyarakat desa dalam menghadapi persaingan global, serta mampu berdaya sesuai dengan konsep Nawacita di bidang ekonomi dengan mengadopsi teknologi informasi.
Karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan bahwa akses internet gratis Super Wifi diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi digital.
“Kalau dari operator itu berbayar, yang dari Kominfo ini gratis, dibayar oleh negara melalui Kominfo,” jelas Johnny.
Jika pembangunan Super WiFi di Labuan Bajo sukses, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan membangun di wilayah lain.
Diharapkan super wifi tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan ekonomi, sosial, politik, dan pertahanan.
Dalam kesempatan tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika menyatakan teknologi Super WiFi untuk jaringan internet di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dipilih untuk membangun pariwisata berbasis komunitas.
“Satu yang baru kenapa dipasang di sini karena termasuk wilayah super prioritas. Arahan Presiden dikembangkan communnity based tourism, pariwisata berbasis komunitas. Karena komunitas yang ada perlu dikembangkan maka digunakan teknologi yang bisa memudahkan warga kampung untuk mengakses internet,” kata dia.
Adapun Perangkat Super WiFi dipilih menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi geografis lokasi. Dia memberi contoh , perangkat yang dipasang di halaman Masjid Nurul Huda Gorontalo, Labuan Bajo, bisa menjangkau radius 500 meter.
“Kalau WiFi biasa itu bisanya 50 sampai 100 meter, kalau super WiFi ini baru bisa sampai 500 meter. Satu kampung itu bisa ter-cover, tapi dia ada layer. Sehingga warga satu kampung di sini bisa mengakses internet langsung dari satelit,” kata Johnny.
Super WiFi menggunakan satelit agar bisa menghadirkan akses internet cepat. Menurut sang menteri, alokasi biaya terbesar untuk akses internet ini adalah Operational Expenditure (Opex) untuk menyewa kapasitas satelit.
“Sekarang ada 9 satelit yang digunakan di seluruh Indonesia. Tahun 2023 kita akan melepaskan orbit 146 BT Satelit Multifungsi SATRIA yang akan digunakan untuk 150 lokasi total layanan pemerintah yang saat ini belum ada internet di NTT,” kata Johnny.
Kementerian mengharapkan akses internet di sana dimanfaatkan untuk hal yang produktif dan mengembangkan ekonomi digital, juga untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan sumber daya manusia.
Meski pun sudah ada akses internet gratis untuk warga, Kominfo mengatakan operator seluler tetap perlu menambah menara BTS.
Di kawasan wisata Labuan Bajo, akan dipasang 23 menara BTS untuk jaringan 4G. Menara BTS yang sudah aktif berjumlah 20, 3 menara lainnya sedang dipasang.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kominfo berencana membangun 421 BTS USO baru yang bisa tersambung ke layanan 4G di 421 desa/kelurahan di NTT pada 2021 mendatang. Jumlah BTS USO di NTT pada 2021 ditargetkan berada di 572 lokasi.
Untuk beberapa daerah, Menkominfo mempertimbangkan memakai teknologi loon, akses internet yang berada di atmosfer sehingga bisa menjangkau wilayah yang lebih luas, terutama untuk layanan pemerintah daerah.(bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort