Unnes Tingkatkan Mutu Pelayanan PAUD

EMARANG- Universitas Negeri Semarang berupaya meningkatkan mutu pelayanan pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui pelayanan PosPAUD di Kelurahan Cepoko, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Pelayanan itu terintegrasi dengan pelayanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan posyandu.
Dosen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes Ari Yuniastuti mengatakan, PosPAUD dikelola dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat, dibentuk atas kesepakatan masyarakat, dan dikelola berdasarkan azas gotong royong, kerelaan, dan kebersamaan.
”Pelayanan ini mulai didirikan pada 2012. Kegiatan diadakan seminggu tiga kali. Masyarakat mengenal pentingnya PAUD melalui kegiatan kemasyarakatan yang rutin dilakukan, seperti pertemuan dasawisma, pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), pengajian, arisan, dan ceramah di tempat ibadah,” ungkapnya.
Sukarela
Kader PosPAUD adalah ibu-ibu anggota PKK yang dengan sukarela dan ikhlas bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan, meskipun tidak menempuh pendidikan yang sesuai dengan bidang kesehatan dan pendidikan. Ada pula sejumlah kader yang merangkap sebagai pengajar di PAUD.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unnes melakukan pemberdayaan kader PosPAUD Melati dalam upaya meningkatkan pengetahuan kader dalam memberikan pelayanan dan pengelolaan PosPAUD.
Pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan pengelolaan PosPAUD, pelatihan konseling, penyuluhan gizi dan kesehatan, pelatihan pembuatan makanan tambahan bagi bayi dan balita berbasis bahan pangan lokal. Selain itu, bimbingan tentang pembelajaran aktif dan kreatif bagi anak usia dini, penataan ruang PosPAUD beserta penyediaan sarana bermain berupa alat permainan edukatif dan sarana kesehatan, dan program balita sehat.
Ketua Kader PosPAUD Melati, Eka Afanti mengatakan, keberhasilan kegiatan ditandai dengan meningkatnya pengetahuan kader dalam pengelolaan, meningkatnya keterampilan kader dalam memberikan konseling dan penyuluhan tentang gizi dan kesehatan kepada warga meningkat. Selain itu, meningkatnya pengetahuan kader PosPAUD tentang pemberian makanan tambahan yang bergizi berbasis bahan pangan lokal.
”Tidak hanya itu, keterampilan kader PosPAUD dalam pemberian makanan tambahan meningkat, para kader dapat melakukan inovasi berbasis bahan pangan lokal, terbentuknya taman obat keluarga, dan siswa lebih nyaman belajar dan bermain, karena ruang belajar memadai,” ujarnya. (G9-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *