Undip Luncurkan 50 Karya Inovatif

UNGARAN – Mahasiswa Undip yang sedang KKN di Kabupaten Semarang meluncurkan lima puluh karya inovatif. Karya itu merupakan hasil dari penelitian dan observasi potensi dan permasalah dari lima kecamatan di Kabupaten Semarang yaitu Getasan, Jambu, Bringin, Suruh, dan Banyubiru.

”Produk inovasi karya mahasiswa tersebut layak untuk ditampilkan, bahkan dirintis untuk dipatenkan sehingga memiliki manfaat berkelanjutan,” kata Koordinator KKN Kabupaten Semarang, Sri Winarni, di sela sela expo di Lapangan Kopeng, belum lama ini.

Dia menjelaskan, mahasiswa diterjunkan untuk membantu mengatasi problematika desa setempat, bukan memberikan dana atau bantuan konsumtif. Tujuannya, agar masyarakat dapat lebih diberdayakan sehingga menjadi mandiri. ‘

‘Expo tersebut mengangkat tema ‘Manunggal Anggayuh Karahajan’ yang bermakna bersatu mencapai kemakmuran. Hal itu menjadi fokus utama yang diterjemahkan dalam berbagai program mono dan multi oleh semua mahasiswa di daerahnya masing-masing,”ujar dosen FKM ini. Dia didampingi dosen pembimbing lapangan Kecamatan Getasan Suryanti, Agus Naryoso, Agus Setyawan.

Wakil Rektor II Universitas Diponegoro, Prof Dr Heru Susanto, ST, MM,MT menyampaikan bahwa dengan KKN ini, mahasiswa dapat belajar dari interaksi dengan masyarakat secara langsung dan membantu masyarakat melalui program-program kerjanya.

Heru menambahkan Kabupaten Semarang adalah kabupaten yang selalu menjadi lokasi KKN, tempat mahasiwa selalu belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus ke masyarakat. Bupati Semarang Mundjirin dalam sambutannya menyampaikan Expo KKN ini diharapkan bisa meningkatkan peran serta masyarakat dan mahasiswa KKN Undip khususnya dan memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha, khususnya UMKM untuk dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. Salah satu produk yang ditampilkan dalam expo tersebut adalah Jakwan, produk inovatif dalam bentuk jahe khas Ngrawan karya mahasiswa dari Desa Ngrawan Getasan.

”Jakwan khas karena menggunakan bahan dasar jahe emprit yang memiliki cita rasa lebih pedas dibandingkan jahe lain,” kata Mutia Nur Arifah, penanggung jawab program multi tersebut. Sementara Adam Indra P, Naufal Rheza, dan Uswatun Hasyanah mahasiswa KKN Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu mengenalkan pada masyarakat alat perangkap lalat dengan metode tegangan listrik. (D14-23)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *