UMKM Logam Disentuh Pemasaran Berbasis Teknologi

PATI, Suaramerdeka.news – Sistem pemasaran konvensional atau hanya mengandalkan tenaga sales masih mendominasi usaha mikro, kecil, dan mengengah (UMKM) logam di Pati. Pola demikian dianggap kurang agresif di era industri 4.0, sehingga membutuhkan sentuhan teknologi.

“Keberlangsungan dan kemajuan UMKM di era sekarang tidak dapat dilepaskan dari inovasi dan teknologi. Mereka yang mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman dapat bersaing dan menjaga eksistensinya,” ujar dosen Teknik Informatika Universitas Muria Kudus (UMK) Imam Ghozali, kemarin.

Dia bersama sejawatnya di UMK Wibowo Harry Sugiharto (dosen Teknik Informatika) dan Zaenal Afifi (dosen Fakultas Ekonomi) secara khusus turun dan mengamati dari dekat keberadaan UMKM logam di Kecamatan Juwana, Pati. Usaha aksesoris logam mebel, Cipta Logam yang berada di Desa Bringin, Kecamatan Juwana menjadi sasaran sentuhan teknologi oleh tiga dosen yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat UMK itu.

Menurut Ghozali, industri logam berskala UMKM di Juwana relatif banyak. Hanya, sejauh ini belum banyak yang menerapkan teknologi informasi dalam bisnis mereka. Karena itu, dorongan dan bantuan dalam inovasi pemasaran berbasis teknologi informasi sangat diperlukan.

“Cipta Logam misalnya, merupakan industri rumahan yang potensial. Produknya berkualitas dan memiliki pelanggan, namun kesulitan mengembangkan usahanya jauh lebih besar,” katanya.

Kondisi itu diakui pemilik Cipta Logam Eko Sucipto. Dia hanya mengandalkan pemasaran produknya kepada pelanggan yang telah dikenal. Perluasan pemasaran hingga ke luar pulau belum disentuh.

Kekurangan itu menggerakkan tim UMK untuk membantu agar usaha rakyat yang potensial dapat lebih berkembang pesat. Mereka membuat sejumlah skema implementasi teknologi informasi dan manajemen keuangan yang efektif.

“Kami membuatkan sebuah paket solusi berupa website e-commerce (perdagangan elektronik), program manajemen keuangan, serta melatih dan mendampingi dalam memanfaatkan media sosial. Termasuk pendampingan dalam penerapan teknologi informasi dan keselamatan kerja bagi karyawan,” jelas Ghozali.

Tidak hanya Cipta Logam, tim juga membantu usaha sejenis, yakni Logam Indra Prasta. Usaha yang mempekerjakan ibu-ibu itu, bergerak dalam bidang pembuatan aksesoris logam mebel seperti pegangan pintu, sekrup, engsel pintu, dan lainnya.

Dia mengungkapkan, tim UMK yang dipimpinnya melakukan pendampingan sejak Januari 2019 dan akan berakhir pada akhir tahun. Tim membantu untuk memperluas jangkauan pemasaran agar pembeli lebih mudah dalam pemesanan produk.

“Upaya itu untuk meningkatkan order dan merapikan pembukuan sehingga usaha terus berkembang dan memiliki daya saing. Pada gilirannya akan lebih banyak menyerap tenaga kerja dan turut menyejahterakan masyarakat,” tandasnya. (H49-30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *