PEMBUATAN PUPUK : Petugas mengolah pupuk organik di TPA Bandengan Jepara kemarin.(63)
- Regional Jateng

TPA Bandengan Bertahan Empat Tahun

JEPARA, Suaramerdeka.news – Tingginya produksi sampah di Kabupaten Jepara membuat daya tampung tempat pebuangan akhir (TPA) di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara semakin sempit. Dengan pembuangan sampah seperti saat ini, TPA ini diperkirakan hanya mampu menampung sampah sampai empat tahun mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Farikha Elida di sela-sela kegiatan pengurangan sampah plastik, kemarin. Menurutnya, sisa lahan di TPA yang belum terisi adalah 0,7 hektare dari total 7,5 hektare lahan yang semua tersedia.

”Pada 2008 sebenarnya sudah ada perluasan lahan untuk TPA, tapi kalau sampah terus masuk dan bertambah, tentu sisa lahannya akan semakin sempit,” terangnya.

Saat ini, produksi sampah rumah tangga di Jepara mencapai 1.132 ton per hari. Adapun yang masuk ke TPA adalah 70-90 ton per hari. Sisanya ada yang dikelola oleh rumah tangga sendiri, namun ada juga yang dibuang sembarangan ke sungai dan tempat-tempat lain yang sebenarnya tidak boleh digunakan sebagai tempat pembuangan.

”Saat ini kami berupaya untuk mengajak masyaarkat untuk mengurangi sampah dan juga pengolahan sampah,” terangnya.

Farikha juga memprogram satu desa satu tempat pengolahan sampah. Cara ini sebagai upaya untuk mengatasi masalah sampah dari rumah tangga. Masing-masing rumah tangga juga harus memilah sampah, sehingga sampah yang masuk ke TPA merupakan sampah residu yang tidak bisa dikelola atau diolah masyarakat sendiri.

”Cara untuk memperpanjang daya tampung TPA adalah pengelolaan dan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga,” katanya.

Di TPA sudah dibuat pengolahan sampah, seperti pembuatan pupuk. Pengolahan sampah ini bisa dimanfaatkan sebagai penyubur untuk tanaman-tanaman di taman yang dikelola DLH.

Dalam waktu dekat juga akan diberlakukan peraturan bupati terkait larangan penggunaan plastik dan sterofoam. Kedua sampah ini dinilai sangat membayakan bumi. Oleh karena itu, masyarakat sudah seharunya untuk meminimalisasi penggunaannya.

”Kami sudah membagi-bagikan kantong belanja yang bisa diguankan berkali-kali, sekaligus sebagai edukasi masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik lagi,” katanya. (H76-63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *