Tim Pengabdian Undip Bantu Urus Sertifikat Halal MUI

SEMARANG – Keterbatasan dalam mengakses teknologi internet oleh sejumlah industri rumah tangga sedikit menghambat proses pengurusan sertifikat halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah.

Tim Pengabdian Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Undip yang diketuai dokter Sri Winarni MKes, menginisiasi program edukasi kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Arum Sari Tazakka untuk mengurus izin halal yang dikeluarkan MUI.

”Dengan izin halal ini penting untuk menjamin produk yang dikeluarkan KUB Arum Sari Tazakka dan meningkatkan daya beli pada masyarakat. Kami mencoba membantu mengurus, karena memang keterbatasan untuk akses internet,” kata Abdul Fandi, perwakilan tim pengabdian, kemarin.

Di beberapa tempat yang menjual makanan, baik berupa minimarket, toko makanan, maupun supermarket memiliki standar kualifikasi yang mengharuskan produk yang dijual di tempat tersebut bersertifikat halal dari MUI.

”Izin ini juga akan memperluas pemasaran, sehingga dapat masuk ke toko-toko makanan, minimarket, maupun supermarket yang meminta izin halal dari produk tersebut,” kata Haerullatif, tim pengabdian lainnya.

Produk KUB Arum Sari Tazakka di antaranya gula aren, gula semut, minuman serbuk jahe instan, serbuk wortel instan, serbuk kunir instan, serbuk kencur instan, serbuk alang-alang, serbuk jahe alang, serbuk mahkota dewa, sirup jahe alang-alang, sirup kayu manis, dan sirup mahkota dewa.

Menurutnya, dalam proses pengurusan sertifikat halal, terdapat tahapan pengurusan secara online dan langsung ke MUI Jateng. Langkah awal dalam pengurusan sertifikat halal adalah dengan mendaftarkan perusahaan ke MUI Jateng, kemudian pimpinan perusahaan ataupun wakil dari perusahaan mengikuti pelatihan yang sudah ditentukan oleh MUI.

Setelah selesai pelatihan, perusahaan wajib mengisi formulir secara online dan melengkapi berkas yang diperlukan untuk diunggah ke web MUI Jateng.

”Pada tahapan mengisi formulir online dan mengunggah berkas ke web MUI Jawa Tengah, KUB Arum Sari Tazakka mengalami kesulitan, karena begitu banyak formulir yang harus diisi dan berkas yang harus dilengkapi serta diunggah secara online,” imbuh Fandi.

Setelah tahapan kelengkapan formulir dan berkas secara online selesai, MUI akan datang dan mengecek secara langsung proses pembuatan produk-produk di KUB Arum Sari Tazakka. Kelayakan produk untuk mendapat sertifikat halal akan ditentukan pada sidang yang digelar MUI. Jika memang produk tersebut layak untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, maka sertifikat halal akan keluar dari MUI setelah perusahaan menyelesaikan biaya administrasi. Sertifikat tersebut berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang masa berlakunya.

Pada akhir proses pendampingan produk unggulan KUB Arum Sari Tazakka sudah bersertifikat halal. (J14-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *