SM/Krisnaji Satriawan FOTO BERSAMA: Jajaran manajemen tim putra Pra-PON XX Jateng berfoto bersama dengan pemain usai audiensi dan buka puasa di RM Gama Semarang, Senin (3/6).(29)
- Olahraga

Tim Basket Jateng Akan Bertanding di Makau

SEMARANG-Tim basket putra Pra-PON XX Jateng akan mematangkan teknik ke Makau, Tiongkok, 8-11 Juni. Di negara administratif Tiongkok itu, tim asuhan Xaverius Wiwid akan mengikuti turnamen Macau International Basketball Championship. Dengan mengikuti kejuaraan tersebut, teknik dan mental pemain provinsi ini makin terasah.
Manajer tim David Song mengatakan, turnamen akan diikuti tim dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Filipina. Negara-negara tersebut punya tradisi bakset yang kuat. Dengan demikian mereka akan memberi banyak pengalaman bagi Habib Tito dan kolega.
”Dalam turnamen di Makau nanti, anak-anak akan menghadapi lawan yang kuat bahkan bisa dikatakan di atas mereka. Di sinilah, kami akan melakukan evaluasi perkembangan pemain selama menjalani pemusatan latihan. Apa yang menjadi kekuarangan akan dibenahi sebaik mungkin di sisa waktu yang ada,” tutur David Song saat audiensi dan buka puasa bersama di RM Gama Semarang, Senin (3/6).
Menurutnya, babak kualifikasi yang akan berlangsung di Banten, 29 Juni – 5 Juli mendatang, akan ketat. Tim seperti DKI Jakarta, Kaltim, dan Sumsel juga mempersiapkan diri dengan baik. ”Mengikuti turnamen di luar negeri merupakan salah satu upaya kami mempersiapkan tim semaksimal mungkin,” tuturnya.
18 Pemain
Pelatih tim putra Xaverius Wiwit mengatakan, saat ini tim diisi 18 pemain. Semuanya akan ikut ke Makau. Setelah dari Negeri Kanton itu, tim akan diciutkan menjadi 12 pemain. Wiwit menilai, materi timnya cukup bagus dengan postur tubuh yang ideal. Di Makau, mereka akan menghadapi tim dengan postur pemain yang mungkin lebih besar.
”Tak ada target di Makau nanti, lebih fokus mematangkan teknik pemain dan strategi permainan yang selama ini diberikan. Ini sangat bagus, karena anak-anak akan belajar menghadapi tekanan yang besar. Sehinga mereka bisa berpikir cepat dan tepat dalam memutuskan sesuatu di lapangan. Harus kreatif,” tandas mantan pelatih tim putri PON XVIII dan XIX Jateng itu. (H85,mam-29)