Tiga Pengunjung Karaoke Positif Konsumsi Narkotika

– Razia Tempat Hiburan Malam.

SOLO- Operasi narkotika dan obat terlarang di tiga tempat hiburan malam yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta menuai hasil.

Razia di tiga titik tempat hiburan malam yang berlangsung Rabu (26/6) malam hingga Kamis (27/6) pagi, setidaknya ada tiga pengunjung karaoke di kawasan Banjarsari secara positif mengonsumsi narkotika.

Kepala BNNK Surakarta, Kompol Edison Pandjaitan menjelaskan, ada 72 orang baik karyawan maupun pengunjung kafe maupun karaoke yang menjalani tes urine.

”Dua lokasi yang dirazia tidak ada karyawan dan pengunjung yang terbukti mengomsumsi narkotika, sedang operasi di tempat karaoke di kawasan Banjarsari, kami mengamankan tiga pengunjung yang berdasar tes urine mengonsumsi zat amphetamine dan metaphetamine,” tegas Edison usai menggelar razia hingga Kamis pagi.

Operasi narkoba di tiga tempat, BNNK menggandeng Satuan Reserse Narkoba Polresta Surakarta, Denpom IV/4 Surakarta dibantu dari Satpol PP Kota Surakarta.

Selain tes urine, seluruh barang bawaan karyawan maupun pengunjung kafe dan karaoke juga digeledah, untuk menemukan barang terlarang. Namun tidak ditemukan narkotika dan obat terlarang.

”Adapun tiga pengunjung karaoke, yakni dua laki-laki dan seorang perempuan yakni Candra, Ika, dan Desi yang tinggal di Solo dan Klaten karena terbukti mengonsumsi amphetamine dan methaphetamine, kami amankan guna penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Edison mengungkapkan bahwa Candra merupakan residivis kasus narkoba yang baru sekitar satu minggu telah keluar dari penjara usai menjalani hukuman selama satu tahun enam bulan.BNNK, lanjut Edison, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menggeledah kediaman ketiga orang tersebut dan melacak dari nama narkotika yang dikonsumsi ketiganya.

”Apabila ditemukan barang bukti narkotika, kasus ini akan diproses lebih lanjut”.

Untuk sementara, ketiganya kami amankan dan kami bawa ke Kantor BNN Kota Solo untuk dimintai keterangan atau diassessment.

Edison mengatakan proses assessment tidak membutuhkan waktu lama. Proses tersebut untuk mengetahui tingkat ketergantungan para pengguna narkotika.

Dia menambahkan, apabila saat assessment pengguna narkotika sangat ketergantungan maka wajib direhabilitasi secara rawat inap.

Namun, apabila masih tahap coba-coba rehabilitasi dilakukan dengan rawat jalan. (G11-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort