AMBIL FORMULIR : Ketua Partai Demokrat Blora Bambang Susilo (kiri) mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC PDIP, kemarin. Kedatangannya diterima Ketua DPC PDIP Dasum bersama Bendahara Kuat Prihantoro. (30)
- Politik

Tiga Ketua Partai Merapat ke PDIP

BLORA, Suaramerdeka.news – PDIP menjadi magnet bagi para ketua partai politik (parpol) di Blora. Mereka berkeinginan menjadikan PDIP sebagai kendaraan politik yang mengantarkan menjadi Bupati Blora di Pilkada 2020.

Dengan meraih sembilan kursi di DPRD Blora, PDIP berhak mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Blora. Jumlah tersebut merupakan batas minimal sesuai peraturan yang berlaku. Adapun parpol lainnya harus berkoalisi jika hendak mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada. Tak mengherankan jika para ketua parpol mulai mendekat ke PDIP. Hal itu dibuktikan dengan mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati yang dibuka PDIP.

”Sudah ada tiga ketua parpol yang mengambil formulir pendaftaran di PDIP,” ujar Ketua DPC PDIP Blora HM Dasum, kemarin.

Ketiga ketua parpol itu adalah Ketua Partai Hanura Edy Harsono dan Ketua PPP Abu Nafi yang mengambil formulir Sabtu (7/9). Langkah kedua orang tersebut diikuti pula Ketua Partai Demokrat Blora Bambang Susilo. Bambang Susilo yang juga mantan ketua DPRD Blora periode 2014-2019 itu mengambil formulir pendaftaran, Selasa (10/9). Selain ketiga orang tersebut, pendaftar lainnya adalah Abdullah Aminudin (mantan wakil ketua DPRD Blora dari PKB), Purwanto (Ketua Gerakan Tani Nelayan Indonesia Jawa Timur-Organisasi Sayap PDIP) dan Setiadji Setyawijaya (Anggota DPRD Blora-Mantan Ketua Partai Gerindra). ”Pengambilan formulir pendaftaran kami buka sejak 2 September hingga 22 September. Siapa saja boleh mengambil formulir pendaftaran namun tidak boleh diwakilkan. Setelah itu formulirnya dikembalikan lagi bersama persyaratannya, sehingga bisa kami proses administasinya hingga ke DPP PDIP,” tandas Dasum yang juga Ketua Sementara DPRD Blora.

Bambang Susilo mengaku kedatangannya mengambil formulir di kantor DPC PDIP Blora, karena ingin maju sebagai bakal calon bupati Blora melalui PDIP. Sebab, menurut dia, jumlah kursi yang diperoleh Partai Demokrat di DPRD (tiga kursi-red) tidak cukup untuk mengusung sendiri bakal calon bupati dan wakil bupati. Sedangkan PDIP dengan jumlah kursi yang cukup besar, bisa mengusung sendiri bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2020. ”Sebenarnya tanpa berkoalisi dengan parpol lain, PDIP sudah bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan PDIP berkoalisi dengan parpol lain di Pilkada,” katanya.

Hanya saja Bambang tidak memberikan jawaban tegas apakah pengambilan formulir pendaftaran itu menandakan Partai Demokrat akan berkoalisi dengan PDIP. ”Kita lihat saja nanti perkembangannya seperti apa,” ujarnya sembari tersenyum. (H18-30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *