Terdakwa Dituntut Empat Tahun Penjara

-Dugaan Korupsi Kasda Rp 21,7 M

SEMARANG – Mantan Kepala UPTD kas daerah (Kasda) pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Dody Kristyanto, dituntut pidana penjara selama empat tahun dalam perkara dugaan korupsi Kasda Pemkot Semarang Rp 21,7 miliar.
Tim jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Semarang menilai, terdakwa secara sah meyakinkan bersalah sebagaimana dalam Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, yang diubah dan ditambahkan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, subsider Pasal 3 UU yang sama.
“Meminta majelis hakim yang memeriksa perkara ini menjatuhkan hukuman pidana berupa penjara selama empat tahun kepada terdakwa dan denda sebesar Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan,” kata jaksa Zahri Aeniwati saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (19/6).
Menurut jaksa, dalam hal memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah terkait pemberantasan tindak pidana korupsi. Adapun hal meringankan, terdakwa dinilai sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.
Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Antonius Widijantono itu, Dody Kristyanto didakwa tidak menyetorkan seluruh dana ke Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Perbuatan tindak pidana dilakukan terdakwa bersama mantan Personal Banker BTPN Semarang Diah Ayu Kusumaningrum pada kurun waktu 2008-2014.
Selama periode itu tidak semua setoran tercatat pada bank. Terdapat selisih dana sekitar Rp 25,2 miliar, sedangkan nilai kerugian negara yang belum dapat dikembalikan mencapai Rp 21,7 miliar.
Diah Ayu lebih dulu divonis bersalah dan dihukum pidana penjara selama sembilan tahun pada 2016, oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Kemudian pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung memperberat hukumannya menjadi 12 tahun penjara.
Dalam perkara ini sejumlah pejabat Pemkot Semarang dihadirkan sebagai saksi di persidangan. Di antaranya mantan Kepala DPKAD Yudi Mardiana, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, termasuk mantan Wali Kota sebelumnya, Sukawi Sutarip dan Soemarmo.
Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa melalui tim penasihat hukum akan mengajukan pembelaan (pleidoi). “Tuntutan jaksa terlalu tinggi, kami akan mengajukan pembelaan. Pada pembelaan nanti kami tetap meminta terdakwa dibebaskan dari semua tuntutan,” kata penasihat hukum terdakwa, Khoirul, seusai sidang. (ftp-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort