Tenis Meja Putri Jateng Rebut Perak

SEMARANG – Tim tenis meja putri Jateng merebut medali perak setelah dalam final ditumbangkan DKI Jakarta 0-3 dalam Kejurnas Tenis Meja yang berlangsung di GOR Segiri Samarinda, Kaltim, 1-7 November lalu. Adapun di bagian putra, Jateng hanya mampu meraih perak, ketika ditaklukkan Bali 1-3.
Meski tuan rumah PON Papua tidak memasukkan tenis meja sebagai cabang yang dipertandingkan, namun PB PTMSI tetap menjadikan kejurnas ini sebagai babak kualifikasi PON. Masuknya tim putra-putri Jateng ke semifinal beregu sudah otomatis merengkuh semua tiket ke PON, baik di nomor tunggal, ganda, maupun beregu.
Wasekum Pengprov PTMSI Jateng Dustamat Jayawiguna, mengakui tidak dimasukkannya tenis meja ke PON menciptakan ”kegaduhan pembinaan” bagi atlet-atlet tenis meja se-Tanah Air.
”Kami kira nantinya tidak hanya atlet Jateng yang merasakan kekecewaan. Ini bisa mematikan pembinaan. Dalam forum pertemuan PTMSI saat kejurnas itu, memang ada kebulatan tekad untuk mendorong kepada pemangku kepentingan, agar cabang kami ditandingkan di PON, meskipun tidak di Papua,” kata karyawan PDAM Semarang tersebut.
Pihaknya khawatir semangat para atletnya kalau sampai tenis meja ditiadakan di PON 2020. Pasalnya, mereka adalah pejuang yang rela meninggalkan sekolah dan keluarga untuk menjadi anggota tim Jateng.
”Apa tidak kasihan kepada mereka? Kami butuh dukungan dari pemangku kepentingan olahraga agar tenis meja bisa ditandingkan di PON,” imbuhnya.(H85,mam-47)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *