Tempat Kedatangan Penumpang Diawasi Ketat

-Penumpang Wajib Isi Surat Pernyataan

SEMARANG – Pengawasan ketat dilakukan aparat Polrestabes Semarang, terhadap penumpang kereta api, pesawat terbang, bus, dan alat transportasi lain yang masuk dan menurunkan penumpang di Semarang.

Tindakan tersebut merupakan salah satu langkah yang diambil kepolisian, untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di Kota Semarang. Seperti yang dilakukan di Stasiun Tawang sekitar pukul 14.00 kemarin, petugas yang dipimpin Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis, melakukan kegiatan tersebut. Petugas menyemprotkan disinfektan kepada para penumpang kereta api dari Jakarta, tersebut saat turun di Stasiun Tawang.

”Begitu penumpang turun, satu persatu kami sempot disinfektan,” ungkap Kombes Auliansyah Lubis, Minggu (29/3).

Setelah disemprot, para penumpang kemudian dicek suhu tubuhnya. Sebelum keluar meninggalkan stasiun, para penumpang juga diminta mengisi surat penyataan, bahwa yang bersangkutan adalah penumpang antarkota.
Dalam surat tersebut para penumpang diminta untuk menulis nama lengkap mereka, asal kebarangkatan, waktu kedatangan, lokasi kedatangan, alamat tujuan, lama berkunjung di tempat tujuan, serta nomor ponsel yang dapat dihubungi.

Dalam surat tersebut juga tertulis ”dDengan ini menyatakan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Sehubungan dengan adanya pendemi virus korona atau Covid-19, bilamana yang bertanda tangan di bawah ini terindikasi tertular, maka sanggup untuk mengisolasi diri, agar tidak menyebarkan kepada masyarakat di tempat tujuan yang akan dikunjungi.”

Menurut dia, data yang ada dalam surat pernyataan tersebut, nantinya untuk bahan pemantauan.
”Apa yang kami lakukan ini, juga meneruskan perintah Kapolda,” ujarnya.

Adapun surat pernyataan tersebut, sudah disampaikan ke Dirjen Perhubungan Darat.

”Itu saya usulkan supaya surat pernyataan tersebut dibagikan di stasiun keberangkatan atau di atas kereta api,” jelasnya.

Auliansyah menambahkan, pengawasan dengan SOP tersebut juga dilakukan di bandara, terminal dan berbagai tempat yang menjadi pintu masuk pendatang.

”Kami berkoordinasi dengan rekan-rekan di Perhubungan,” ungkapnya.

Disinggung apakah langkah tersebut juga merupakan upaya untuk menekan lonjakan pemudik yang datang lebih awal, Auliansyah membeberkan, hal tersebut akan diambil alih pemerintah pusat masalah mudik.

“Tapi kami di sini juga menyampaikan dapat bekerja sama dengan rekan-rekan yang berada di kota-kota keberangkatan. Kami menyampaikan hal ini dan harapannya kota-kota kebarangkatan itu sudah membagikan duluan formulir (surat pernyataan) tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian saat mereka turun di daerah tujuan, pihaknya sudah mendapatkan formulir yang sudah terisi tersebut dan sudah di data. Pihaknya berharap dengan apa yang dilakukan tersebut penyebaran virus tersebut dapat dicegah. Hingga semuanya bisa kembali normal.(K44-42,58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *