Tangkal Kecanduan Gadget lewat Rumah Baca

KEBUMEN- Persoalan umum yang dihadapi oleh orang tua terhadap anak adalah bagaimana mengurangi intensitas anak bermain gadget. Selain itu, mulai menggejalanya paham radikalisme yang menyusup ke generasi muda juga patut menjadi perhatian tersendiri.
Hal ini menjadi keprihatinan semua pihak tak terkecuali Aiptu Muadin. Kasium Polsek Kutowinangun menyulap rumahnya di Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen menjadi taman bacaan. Bacaan itu diperuntukkan bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.
Rumah baca ini dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk belajar sambil menunggu waktu a zan magrib setelah mengaji. Aneka jajanan pun disuguhkan ayah dua anak ini agar anak-anak semakin betah membaca di rumahnya yang dibuka mulai, Senin (9/12) tersebut.
Adapun buku bacaan pun bervariasi. Mulai dari tentang cinta Pancasila hingga buku cerita bergambar disiapkan untuk menarik minta baca anak.
Aiptu Muadin mengaku, rumah baca tersebut merupakan gagasan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan sebagai penjabaran perintah Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel melalui program “Jogo Wargo Jogo Negoro”.
Dengan buku-buku yang ada, selain untuk meningkatkan budaya literasi, dari rumah baca ini pula diharapkan dapat mencegah faham radikalisme sejak dini karena banyak buku tentang kerukunan umat beragama di dalamnya.
Tangkal Radikalisme
Selain di kediaman Aiptu Muadin, rumah baca juga dibuat di Balai Desa Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan. Peresmian rumah baca dilakukan oleh Kapolsek Pejagoan AKP R Widiyanta. Bhabinkamtibmas Polsek Pejagoan turut hadir dalam acara tersebut. “Rumah baca tersebut terbuka untuk umum,” ujar AKP R Widiyanto.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, rumah baca rencananya akan dibuat sebanyak mungkin untuk merangsang minat baca anak-anak. Dalam waktu dekat, seluruh polsek akan membuat rumah baca di tempat-tempat strategis.
“Ini juga untuk mengurangi anak-anak bermain gadget. Melalui program rumah baca ini, kami berharap dapat menjadikan Polres Kebumen yang ramah, cerdas dan kondusif,” jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan.
Ramah artinya Polres Kebumen selalu bersikap ramah kepada siapa pun melalui kegiatan pendekatan kepada masyarkat. Selanjutnya, cerdas yang dimaksud adalah dapat mencerdaskan dan bersikap cerdas dalam menyelesaikan permasalahan.
“Kondusif yang dimaksud adalah setelah Polres Kebumen dekat dengan masyarakat, dapat tercipta situasi yang kondusif,” ujarnya. (J19-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *