bambang pramono
- Ekonomi

Tak Perlu Waktu Panjang untuk Adaptasi

TIDAK butuh waktu panjang untuk adaptasi, Bambang Pramono langsung tancap gas untuk menjalankan tugas barunya sebagai kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo.

Setelah serah terima jabatan dengan seniornya, Bandoe Widiarto, Jumat (19/7), di kantor bank sentral setempat, Bambang melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan semua pihak, baik internal maupun eksternal.

Bahkan dia rela meninggalkan kebersamaan dengan para jurnalis saat kegiatan capacity building di Magelang, beberapa waktu lalu, untuk berkoordinasi dengan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Pengukuhan dirinya sebagai kepala kantor di Solo yang baru juga digunakan sebagai ajang perkenalan dan silaturahmi dengan para pejabat politik dan pejabat publik dari berbagai kabupaten/kota di Soloraya dan para koleganya yang diundang dan jumlahnya cukup banyak.

Tidak lupa, Bambang juga menularkan ilmunya kepada siswa dalam Bank Indonesia Mengajar, beberapa waktu lalu.

“Saya butuh dukungan semua pihak,” kata alumnus Fakultas Ekonomi Undip ini.

Sebagai orang baru dan orang nomor satu di Bank Indonesia Solo, Bambang akan melanjutkan kebijakan seniornya yang dinilai berhasil dalam mengendalikan inflasi dan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pendampingan di sektor pertanian untuk tanaman cabai dan bawang putih, serta pertanian modern di Wonogiri, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Tidak kalah penting adalah menginformasikan dan mengimplementasikan kebijakan dari pusat di daerah.

“Saya melihat bahan makanan seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serta beras memberi kontribusi paling dominan terhadap inflasi di Solo, karena kota ini bukanlah penghasil komoditas pertanian. Karena itu harus dicari terobosan untuk keamanan stok bahan makanan di Solo agar harganya juga terkendali,” kata dia.

Selain pengendalian inflasi dan pengembangan UMKM, sektor pariwisata, dan sektor perdagangan yang berorientasi pada ekspor juga perlu untuk didorong. “Ini penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Kota Solo dan sekitar,” kata ekonom ahli di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter itu. (Langgeng Widodo-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *