Super Art Fest 2019. Sulit Memilih Yang Terbaik.

Jakarta, Suaramerdeka.News – Kompetisi Super Art Fest akhirnya sampai pada tahap penjurian. 20 finalis, pada tahap ini, berkumpul dan bertemu langsung dengan para juri. Yaitu Tutu (juri kategori Street Art), Emte (juri kategori Ilustrasi), Sanchia (juri kategori Comic Strip), Hardthirteen (juri kategori Custom Sneakers).

Para finalis juga akan bertemu Leon Barto, kurator Super Art Fest dan kurator di Yamaguchi Art Center, Jepang. Selanjutnya, para finalis akan mempresentasikan karya mereka, dan harus melalui sesi tanya jawab dengan para juri sebagai penilaian akhir. Yang akan menentukan posisinya sebagai juara.

Panitia, juri dan kurator menetapkan 3 kriteria penilaian. Dari kriteria dasar yang akan menguji konsep, ide pengaplikasian, keserasian antara konsep dan aplikasinya, hingga ketersampaian pesan.

Emte (juri kategori Ilustrasi), Sanchia (juri kategori Comic Strip), Eunice Co-curator dan Program Direcyor Super Art Fest, Adjie Aditya Purwaka perwakilan Supermusic, Leon Barto (Kurator Super Art Fest 2019), Tutu (juri kategori Street Art), Hardthirteen (juri kategori Custom Sneakers). (SMNews/Bb).

Kriteria kedua adalah kriteria teknis penilaian yang disesuaikan dengan teknis tiap kategori kompetisi. Dan yang terakhir adalah kriteria penilaian yang dibuat khusus untuk sesi temu juri.

Dijelaskan Adjie Aditya Purwaka, perwakilan Supermusic, setelah tahapan jumpa juri, panitia akan mengumumkan 3 Juara dari setiap kategori.

Para Juara akan mendapatkan hadiah uang tunai bernilai jutaan rupiah. Sedangkan khusus untuk juara pertama selain mendapatkan uang tunai, juga akan diberangkatkan untuk melihat festival seni tahunan HongKong Walls dan Hong Kong Art Basel di tahun 2020.

Adjie menambahkan, sejak kompetisi ini berlangsung, dengan 4 kategori seni yang dikompetisikan, berhasil menjaring 552 peserta.

Peserta yang mendaftar datang dari berbagai kalangan dan pengalaman. Dari pemula hingga professional. Yang tersebar dari berbagai pelosok Indonesia seperti Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Jabodetabek menyumbangkan peserta terbanyak, disusul secara berurutan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Lombok.

Setelah tahapan temu juri, masih akan terdapat Promotion Night yang akan diselenggarakan pada bulan Januari 2020. Yang khusus dipersembahkan bagi para finalis, dan bertujuan mempromosikan karya para finalis.

Sekaligus menjadi acara ‘pemanasan’ menuju acara Awarding Night, yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 Februari 2020 di Livespace, SCBD.

Masih menurut Adjie, perkembangan industri kreatif di Indonesia saat ini berkembang dengan baik, khususnya di bidang kreasi visual melalui seni ilustrasi, comic strip, street art dan custom art.

“Super Art Fest menghadirkan wadah baru bagi para penggiat seni kreatif di Indonesia dengan semangat muda, berkarakter serta berani untuk mencoba hal-hal baru!,” kata dia di Jakarta, Rabu (16/10) petang. Hal ini, imbuh dia, sejalan dengan semangat Supermusic sebagai media musictainment yang tidak hanya mendukung perkembangan dunia musik.

“Tapi juga dunia seni dan kreatifitas di Indonesia,” katanya.

Ditambahkan Eunice, Co-curator dan Program Director Super Art Fest, di agenda banyak yang bisa didiskusikan. Hal senada dikatakan Leon Barto Kurator Super Art Fest. Menurut dia, kompetisi seni ini paling sulit dinilai karena indikatornya luas.

“Ketertarikan saya sama suatu karya pasti beda dengan juri lain. Ini keputusan yang sulit untuk milih mana yang lebih bagus. Sejauh ini teman-teman yang terlibat sampai fase ini memiliki kualitas yang sangat baik,” katanya. (benny benke – 69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *