- Ekonomi

Stakeholder kembali diingatkan keselamatan penerbangan

JAKARTA,Suara Merdeka.Com. – Seluruh operator atau stakeholder penerbangan kembali diingatkan bahwa keselamatan penerbangan tidak boleh disepelakan. Dengan demikian, upaya menjaga dan meningkatkan keselamatan harus terus dilakukan semaksimal mungkin.

“Mereka para stakeholder sebelumnya sudah menandatangani pakta integritas untuk selalu menjaga dan bahkan meningkatkan keselamatan. Sekarang kembali kita ingatkan untuk selalu waspada agar tercipta zero accident,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti saat Sosialisasi Pencegahan Kecelakaan Pesawat Udara, yang diselenggarakan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) di Jakarta, Kamis (15/08/2019).

Polana menegaskan, upaya mengingatkan pentingnya keselamatan penerbangan melalui sosialisasi semacam ini perlu dilakukan, menyusul terjadinya beberapa accident, serious incident dan incident di dunia penerbangan Indonesia. “Peristiwa tersebut hendaknya menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan dan menemukan resolusi terkait masalah keselamatan yang efektif,” ujarnya.

Menurut Polana, jika mengacu pada konsep Resolution of Safety Issue yang merupakan Critical Element 8, maka kejadian-kejadian tersebut akan didentifikasi sebagai safety issue. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan dan juga tindakan penegakan hukum, apabila dari hasil investigasi diketemukan adanya pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi administrative maupun sanksi pidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

“Dengan tindakan perbaikan dari safety issue dan penegakan hukum ini diharapkan akan mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ujar Polana

Polana mengatakan, moda transportasi udara masih menjadi salah satu pilihan transportasi massal yang dapat diandalkan karena efektif dan efisien. “Dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi udara, maka kita dituntut untuk selalu menjaga keselamatan penerbangan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Polana menambahkan, sebagai salah satu negara anggota International Civil Aviation Organization (ICAO), Indonesia berkewajiban untuk melaksanakan Safety Oversight untuk memastikan operasional penerbangan di Tanah Air comply dengan undang-undang dan peraturan yang terkait dengan keselamatan penerbangan.

“Keselamatan penerbangan akan terwujud dan akan semakin meningkat apabila ada sinergi dari regulator dan stakeholder/operator penerbangan. Maka marilah kita saling berkolaborasi, bekerjasama untuk meningkatkan iklim penerbangan Indonesia yang selamat, aman dan nyaman,” ujar Polana.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Capt. Avirianto menjelaskan, kegiatan sosialisasi pencegahan kecelakaan pesawat udara adalah salah satu bagian dari upaya peningkatan keselamatan penerbangan Indonesia melalui Safety Campaign.

DKPPU yang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dalam rangka meningkatkan keselamatan penerbangan nasional, perlu mensosialisasi dalam rangka meningkatkan safety awareness untuk seluruh operator/stakeholder penerbangan di Indonesia.

Dalam rangka pelaksanaan Safety Oversight, dengan menggunakan resolusi yang tepat terhadap safety issue maka diharapkan organisasi kembali kepada level compliance sesuai dengan regulasi dan kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Pada acara sosialisasi ini juga dilakukan pemaparan data statistic terhadap accident, serious incident dan incident yang terjadi selama semester awal Tahun 2019. Sekaligus untuk memberikan pemahaman tentang Resolution of Safety Issue sehingga tercipta keselamatan penerbangan yang lebih baik dan terus menekan rate of accident. (bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *