SMPN 2 Tengaran Terapkan Program 3R

TENGARAN, suaramerdeka.news – SMPN 2 Tengaran Kabupaten Semarang, kembali ditunjuk menjadi wakil Kabupaten Semarang maju dalam Lomba Sekolah Adiwiyata (sekolah berwawasan lingkungan) Tingkat Provinsi Jateng. Tahun lalu SMPN 2 Tengaran meraih juara Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Jateng dan menjadi wakil Jateng pada LSS Nasional.
Kepala SMPN 2 Tengaran, Waluya SPd MPd mengatakan, maju dalam lomba Sekolah Adiwiyata, tidak sekadar untuk menang, tetapi dituntut melestarikan lingkungan hidup, yang dapat menunjang program belajar mengajar di sekolah. ”Salah satu fokus kegiatan dalam Lomba Adiwiyata, dengan membuat sekolah mampu mengolah dan mengelola sampah agar bermanfaat,” kata Waluya, Selasa (5/11).
Waluya mengakui, SMPN 2 Tengaran yang beralamat di Jalan Raya Salatiga-Solo km 07, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, setiap hari menghasilkan sampah dalam jumlah yang banyak, sebagai dampak jumlah peserta didik yang terus bertambah setiap tahunnya. Sampah terbagi menjadi dua jenis yakni sampah organik dan anorganik. Contoh sampah organik adalah daun-daun kering, sisa makanan, sisa sayur dan buah-buahan. Sampah anorganik, contohnya plastik, botol, kaleng, kertas, tisu, dan lainnya. Sampah organik diolah menjadi kompos.
Sampah anorganik banyak menimbulkan permasalahan, karena tidak bisa terurai.
Dalam pegendalian sampah tersebut SMP negeri 2 Tengaran melaksanakan program 3R (reduce, reuse, dan recycle). Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Contohnya memanfaatkan botol air kemasan dan kaleng dengan aneka kreasi siswa, menjadi pot tanaman hias dan hidroponik.
Kurangi Plastik
Lalu reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dengan cara mengurangi jenis jajanan kantin yang menggunakan bungkus plastik. Contohnya pemakaian daun atau kertas untuk bungkus aneka jajanan. Peserta didik dianjurkan membawa gembes untuk tempat minum dan tepak untuk tempat makanan, serta mengurangi pemakaian kertas untuk print out. Kemudian recycle, berarti mengolah kembali atau mendaur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Contohnya siswa memanfaatkan tong sampah bekas untuk alat musik drumblek. Aneka plastik bungkus permen/makanan untuk kostum lomba fashion show saat jeda semester dan kostum tim drumblek.
Siswa juga membuat aneka kerajinan berupa hiasan bunga dan hiasan dinding memanfaatkan bekas spidol, penghapus, dan lainnya. Produk pengolahan sampah anorganik disetiap kelas ditata dalam pojok 3R dengan sangat rapi. Tujuan dari pelaksanaan program 3R ini untuk menumbuhkan kesadaran semua warga sekolah, baik guru, karyawan, dan peserta didik, tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekolah dan sekitarnya agar tetap bersih, indah, nyaman dan bebas dari pencemaran. (H2-68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *