Situasi Kamtibmas Sangat Kondusif- Medsos jadi kanalisasi konflik

JAKARTA – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Indonesia menjelang pengumuman pemenang Pemilihan Umum 2019 mendatang, dinilai sangat kondusif. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang dilontarkan pihak tertentu, untuk mengacaukan bangsa ini.
 “Dari pantauan Indonesia Police Watch (IPW), situasi yang sangat kondusif terlihat sejak berlangsungnya kampanye hingga hari H pencoblosan,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Minggu (19/5).
 Terpisah, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga memastikan pihaknya akan terus menjaga stabilitas keamanan nasional bersama Polri. Oleh karena itu, para tokoh yang memiliki pengaruh diimbau untuk senantiasa mempersatukan kembali masyarakat.
 “Apalagi masyarakat sempat terpolarisasi akibat Pemilu 2019. Saya berkunjung ke sejumlah daerah dan situasinya semua kondusif termasuk Jakarta,” ujarnya di Wisma Yani, Jumat (17/5) malam.
 Menurut Panglima TNI, dalam kunjungan tersebut dirinya juga menemui tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh-tokoh berpengaruh.
 “Mereka semua sudah cair dan tidak ada masalah. Kami sangat menginginkan para tokoh masyarakat, dan tokoh agama, bisa ikut mencairkan situasi,” tandasnya saat menerima kunjungan silaturahmi dari Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK), yang dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. 
Polarisasi Tajam Menurut Hadi, situasi perlu dicairkan karena belakangan ini terjadi polarisasi tajam dan terbagi dua akibat beda pilihan. Setelah semuanya selesai, kata dia, diharapkan semua pihak bisa kembali bersatu dan menjaga persatuan serta kesatuan.
 “Tugas TNI dalam menjaga keamanan tak hanya pada tanggal 22 Mei. Tetapi hingga selesainya proses pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2019,” tandasnya.
 Adapun Mahfud MD menyatakan, tidak ada hal yang mengkhawatirkan. Khususnya selama proses pesta demokrasi, yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.
 “Kami bertemu dengan Panglima TNI untuk mendengar kesiapan pengamanan atau menjaga pesta demokrasi yang sudah berlangsung. Semuanya baik, tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan dan kami merasa tenang,” tegasnya.
 Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Romo Magniz Suseno, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
 “TNI telah mengantisipasi segala kemungkinan yang akan timbul,” tukas Mahfud.
Sangat Aman Menurut Neta S Pane, inilah pertama kali dalam sejarah Indonesia, pemilu berlangsung sangat aman, kondusif dan tidak terjadi konflik sama sekali. Padahal, Pemilu 2019 merupakan penggabungan pileg dan pilpres.
 “Kondusifnya situasi kamtibmas ini disebakan oleh dua hal. Pertama, Polri berhasil menerapkan konsep pendekatan keamanan hingga ke akar rumput,” ucapnya.
 Sehingga, deteksi dan antisipasi dini bisa dilakukan dengan cermat. Yakni lewat upaya upaya antisipatif, pagar betis maupun sapu bersih.
 “Kedua, maraknya media sosial berhasil menjadi kanalisasi konflik di Indonesia. Artinya, para pendukung capres merasa lebih asyik perang di medsos, sehingga kehabisan enerji untuk perang di darat,” tuturnya.
 Hal itu menurutnya berdampak sangat positif bagi situasi kamtibmas. Sebab, medsos yang hingar bingar dengan perang opini, tidak berdampak ke lapangan yang aman dan terkendali.
 “Situasi serupa, sepertinya akan berlangsung hingga pengumuman pemenang pilpree maupun saat pelantikan presiden terpilih. Memang ada pihak yang mencoba memprovokasi publik, tapi sepertinya isu itu hanya riuh di medsos dan landai di lapangan,” tegasnya.
Agresif Di sisi lain, lanjutnya, Polri tetap agresif melakukan pagar betis dan antisipasi maupun deteksi dini. Kantong kantong radikalisme dan terorisme terus menerus disapu bersih.
 “IPW memberi apresiasi pada strategi dan langkah yang dilakukan jajaran kepolisian. Meskipun situasi kamtibmas sangat kondusif, kalangan radikal dan teroris jangan dibiarkan tumbuh apalagi diberi ruang ataupun peluang,” harapnya.
 Tujuannya agar even strategis – seperti pengumuman pemenang pilpres maupun pelantikan presiden terpilih – bisa berlangsung aman tanpa gangguan. Dikatakan, Polri sudah membuktikan bahwa jajarannya bisa membuat situasi kampanye dan hari H pencoblosan berlangsung aman dan tertib.
 “Sehingga IPW berkeyakinan, Polri juga bisa menjaga keamanan dengan maksimal pada saat KPU mengumumkan pemenang Pilpres 2019. Sikap tegas Polri perlu didukung semua pihak,” tukasnya.
 Jajaran kepolisian juga harus lebih percaya diri untuk menyapu bersih kelompok radikal maupun teroris, yang hendak mengganggu momen pengumuman pemenang pilpres. Bagaimanapun, momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia ini tidak boleh diganggu oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
 “Apalagi yang ingin menunggangi dan memecah belah bangsa Indonesia,” tambahnya.(H28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort