Sepuluh Hari, 90 Pelaku Kejahatan Diamankan

SLEMAN, Suaramerdeka.news – Polda DIY dan polres-polres jajarannya berhasil mengamankan puluhan pelaku kejahatan dengan berbagai modus selama sepuluh hari pelaksanaan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat). Operasi itu digelar mulai 24 Juni hingga 3 Juli lalu.

“Ada sekitar 90 pelaku kejahatan yang menjadi pekat, dan mereka semuanya sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” imbuh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto saat jumpa pers di halaman Direktorat Reserse Kriminal Umum Mapolda DIY, Senin (8/7).

Dia menyebut, puluhan pelaku tersebut berasal dari 32 kasus yang ditangani pihak kepolisian. Rinciannya 10 kasus ditangani Ditreskrimum, empat kasus masing-masing oleh Polres Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul, serta lima kasus untuk masing-masing penanganan oleh Polresta Yogyakarta, dan Polres Sleman.

“Untuk Ditreskrimum ada 10 kasus yang penanganan semua 100 persen tertangani. Termasuk Polres Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul juga 100 persen selesai penanganannya. Adapun khusus Polresta Yogyakarta dari lima kasus, baru empat diantaranya selesai penanganannya,” ungkap dia.

Hadi Utomo – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY. (Suaramerdeka.news/Doc)

Di tempat sama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan, modus kejahatan dan penyakit masyarakat yang dilakukan diantaranya perjudian, minuman keras, premanisme hingga prostitusi. Kasus miras (minuman keras) menjadi kasus yang banyak ditangani yakni 25 kasus. Kemudian diikuti perjudian dan setelah itu kasus prostitusi. Untuk premanisme hanya ditemukan satu kasus.

“Khusus prostitusi itu bukan secara online tapi manual. Maksudnya hal ini dilakukan di sebuah panti pijat di salah satu wilayah Sleman dimana berkedok juga menyediakan jasa seks komersial. Kami amankan dua orang PSK-nya,” tambah Hadi Utomo.

Adapun untuk barang bukti diamankan, lanjut Hadi Utomo, setidaknya ditemukan 510 botol miras berbagai merek, jenis dan ukuran, serta uang tunai total Rp 12.836.000.

“Operasi pekat ini digelar bersama-sama serentak di seluruh jajaran Polda DIY. Tujuannya untuk menekan angka kejahatan dan mengungkap kasus khususnya yang menjadi TO (Target Operasi),” tandas Hadi Utomo.(K15-36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort