SD Suruh 01 Konferensi Video dengan SD di Hongkong

UNGARAN – Murid-murid SD Suruh 01 Kabupaten Semarang melakukan pembelajaran interaktif dua arah dengan murid-murid dari sejumlah sekolah dalam negeri dan luar negeri, Rabu (6/11).

Komunikasi pembelajaran itu diwujudkan dengan konferensi video. Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo hadir di kegiatan yang digelar di SD Suruh 01 itu.

Kepala SD Suruh 01, Endang Kusdiningsih MPd mengatakan, kegiatan pembelajaran interaktif dua arah tanpa batas ini merupakan program Microsoft Global Leraning Connection (MGLC).

Sebanyak 30 sekolah terlibat dalam program ini, dari jenjang SD dan SMP. Untuk jenjang SD, enam sekolah luar negeri dan 10 sekolah dalam negeri. Sisanya, untuk jenjang SMP, sedangkan dari Jateng hanya SD 01 Suruh yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Untuk mengikuti program MGLC ini, sebelumnya mendaftar secara online(dalam jaringan) yang ditujukan kepada Microsoft. Akhirnya dari negara ASEAN, Jepang, Hongkong, dan Indonesia dipilih 30 sekolah. Untuk Indonesia, ada sepuluh sekolah yang terpilih termasuk SD 01 Suruh ini,” jelas Endang.

Menurut dia, untuk SD Suruh 01 ini, terkoneksi dengan sekolah dasar di Xranggang Putonghoa Yanxishe Hongkong. Yang dilakukan dalam MGLC ini di antaranya mengikuti pemaparan materi dari praktisi pendidikan tentang cara belajar yang efektif bagi siswa.

Kegiatan interaktif lainnya yaitu menyanyikan berjudul “Meraih Bintang” versi Inggris dan Mandarin. Selain itu lomba foto grup dan dekorasi kelas serta berbagi cerita tentang olahraga favorit dengan bahasa Inggris.

Mengapresiasi

Dalam kesempatan itu, salah satu murid SD Suruh 01, Daysta Anindya menyampaikan pertanyaan kepada narasumber yaitu petinggi Microsoft Indonesia, Risma melalui konferensi vedeo secara langsung. Daysta menanyakan apa cita-cita Risma sejak kecil.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo mengapresiasi apa yang dilakukan para guru dan murid SD Suruh 01 ini. Menurutnya, ini adalah inovasi dalam dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi ini. Komunikasi bisa dilakukan langsung dengan berbagai pihak tanpa adanya batas negara dan wilayah.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan para guru dan murid di SD Suruh 01 ini. Di era sekarang ini, semua dituntut menguasai teknologi informasi dan mereka sudah menyiapkan itu. Ini juga mempersiapkan Ujian Nasional pada tahun 2020 yang berbasis pada teknologi informasi itu, Dengan demikian, diharapkan mereka tidak canggung,” ujar Sukaton.

Ditambahkan, tantangan pendidikan ke depan semakin berat dengan era keterbukaan dan kemajuan teknologi informasi itu. Sehingga diharapkan para guru dan orang tua bisa mengawasi anak didik terhadap pengaruh negatif teknologi itu. Misalnya kecanduan main game di gawai dan lainnya. (H32-48,58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *