Sampah: Limbah atau Berkah

Oleh Amin Retnoningsih

SELAMA sekitar satu dekade ini, kampanye masif mengenai pengelolaan sampah telah dilakukan berbagai kalangan. Kampanye berfokus pada pembentukan opini bahwa sampah tak sekadar limbah, tapi juga berdaya berkah. Tak termungkiri, bila dikelola secara bijak, limbah berupa sampah dapat memiliki daya ekonomis.

Tak semata berkampanye, beberapa kalangan, baik individu maupun kelompok, juga mengaplikasikan cara-cara pengelolaan sampah secara bijak. Mereka membentuk bank-bank sampah, memanfaatkan limbah sebagai energi, dan lain-lain.

Lembaga akademik pun tak berdiam diri terhadap persoalan tersebut. Sebagai lembaga yang mengusung Tridharma Perguruan Tinggi, kampus pada hakikatnya memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan dan isu yang berkaitan. Karena itu, berbagai penelitian, pengembangan teknologi pengelolaan sampah, yang dilanjutkan dengan hilirisasi secara langsung ke masyarakat sudah dilakukan banyak universitas.

Meskipun begitu, sampah dan cara-cara pengelolaannya tetap menjadi persoalan krusial dan urgen untuk diselesaikan. Persoalan pertama bertumpu pada kuantitas sampah yang sangat besar. Bahkan jumlah produksi sampah di Indonesia mengalami peningkatan terus-menerus. Sebagai contoh, dari perkiraan produksi sampah sekitar 64 juta ton per tahun pada 2017, dua tahun berikutnya jumlah produksi sampah mencapai 67 juta ton.

Dari jumlah tersebut, 15% merupakan sampah plastik, jumlah yang menurut penelitian Jenna Jambeck (2010) dari University of Georgia menjadikan Indonesia negara kedua setelah Tiongkok sebagai penghasil sampah plastik. Di luar keraguan beberapa kalangan mengenai hasil penelitian Jenna Jambeck tersebut, peningkatan produksi sampah tiap tahunnya adalah keniscayaan.

Selain persoalan kuantitas sampah, masih ada persoalan mengenai perilaku masyarakat yang tak patuh terhadap cara-cara pembuangan sampah yang sesuai dengan aturan. Tanpa menisbikan upaya berbagai kalangan untuk menyelesaikan masalah sampah, pada kenyataannya berbagai aktivitas tersebut belum cukup untuk mengurai persoalan besar yang melingkupinya. Dalam hal inilah kalangan akademikus dituntut melakukan pelbagai penelitian dan pengembangan teknologi inovatif yang tentu saja perlu dilanjutkan dengan hilirisasi ke masyarakat secara terus-menerus.

Beberapa hal yang menggembirakan telah dilakukan kalangan akademik, misalnya dengan membangun tempat pengolahan sampah. Ini kabar bagus karena menggaungkan wacana bahwa kalangan kampus menolak menjadi menara gading terhadap persoalan di masyarakat. Sebagai contoh, Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah membangun tempat pengelolaan sampah di Desa Banaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang pada 2019 dan diresmikan belum lama ini.

Pembangunan tempat pengolahan sampah tersebut berperan sangat signifikan, apalagi kampus tersebut sejak beberapa dekade mengusung konsep konservasi, yang salah satunya secara serius mengurusi cara-cara pengolaan sampah. Di tempat pengolahan tersebut, konsepsi “mengubah limbah menjadi berkah” benarbenar diterapkan.

Sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan sebagai “makanan” maggot (sejenis larva lalat) yang mengandung protein tinggi sehingga potensial untuk dijadikan pakan ternak ataupun ikan, juga potensial untuk diolah menjadi pangan berkualitas. Selain itu, limbah sampah juga dijadikan sumber energi berupa briket, abu hasil pengolahannya menjadi media tanaman, atau pemanfaatan butir plastik sebagai campuran paving block atau beton.

Penyadaran Masyarakat

Pengembangan teknologi pengolahan sampah yang bersifat fisikal dan bertujuan ekonomis memang telah memberikan kemanfaatan untuk masyarakat. Inovasi terus-menerus dalam pengembangan teknologi yang dilakukan perguruan tinggi juga memberikan sinyal bagus dalam ihwal penyelesaian persoalan sampah.

Meskipun begitu, pengelolaan sampah dengan berbagai bentuk yang inovatif tersebut tidak akan aplikatif dan berjalan kontinu bila tanpa dukungan masyarakat, setidak- tidaknya dukungan berupa sikap atau kesadaran menjaga lingkungan dan perilaku bijak berkenaan dengan misalnya cara pembuangan sampah. Sehebat apa pun pengembangan teknologi pengolahan sampah dan pemanfaatannya untuk kehidupan, tak akan berjalan bila tanpa dukungan kesadaran masyarakat.

Dari hal tersebut, penting dilakukan kalangan kampus untuk terus mengembangkan pola-pola penyadaran mengenai betapa krusialnya penanganan sampah. Penyadaran tak hanya dilakukan kepada kalangan internal (insan kampus) tetapi juga kepada kalangan eksternal.

Boleh jadi upaya penyadaran sudah berkali-kali atau bahkan rutin dilakukan kalangan kampus. Untuk kalangan internal, sebagai contoh Unnes bahkan memiliki kurikulum yang mengajarkan mata kuliah konservasi. Begitu pula, tak bisa dinisbikan memang telah ada banyak pelatihan, workshop, sosialisasi dan lain-lain mengenai pengolahan sampah.

Akan tetapi, penyadaran tersebut tak boleh melulu berfokus untuk menjadikan limbah sebagai sesuatu yang berdaya ekonomis. Program seperti pelatihan pengelolaan sampah harus pula mencakup materi penyadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan atau yang lebih khusus mengenai kesadaran individual tentang cara berhadapan dengan sampah.

Jadi, pada intinya apa yang harus dilakukan semua kalangan, terkhusus lembaga akademik adalah tak semata menginisiasi cara-cara praktis pengelolaan sampah, tapi juga internalisasi nilainilai perilaku berkenaan dengan sampah. Tanpa perpaduan antara hal praktis dan filosofis, segala sesuatu, dalam hal ini pengelolaan sampah, tak akan bisa langgeng. (40)

– Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSiKepala UPT Pengembangan Konservasi Unnes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort