Saluran Limbah dan Pabrik Ditutup Warga

  • Masuk ke Sungai Woro

KLATEN – Ratusan warga di tepi Sungai Woro di perbatasan Kecamatan Jogonalan dan Prambanan menutup paksa saluran limbah ternak dan pabrik, Selasa (16/7). Saluran ditutup sebab tidak berizin dan mencemari alur sungai.

Kepala Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Supriyadi, mengatakan, limbah dari kandang dan pabrik itu di wilayah Kecamatan Prambanan tetapi dampaknya dirasakan warga desanya. ”Aromanya tidak sedap dan air sungai menjadi hitam kebiruan,” katanya, Selasa (16/7).

Penutupan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diawali dengan apel sekitar 300 orang. Selain warga sekitar, ada dari unsur Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Balai Besar Sungai Wilayah Bengawan Solo, Muspika, komunitas sungai, Dinas PUPR.

Selain menutup saluran dengan semen dan batu, kegiatan diisi juga dengan membersihkan alur dan tepian sungai dari tanaman pengganggu.

Menurut Supriyadi, ada empat saluran kandang dan satu pabrik. Saluran limbahnya masuk ke Sungai Woro yang berhulu di Gunung Merapi.

Tidak hanya menyebar bau tidak sedap dan warna air menjadi keruh, limbah membuat ikan di hilir mudah mati. Meskipun jika hujan banjir di sungai itu tidak besar tetapi jika sampai ke hilir akan sangat mengganggu lingkungan.

Karena itu, wajar jika banyak warga desanya yang ikut serta dalam kegiatan itu. Soal izin, dia selaku kades baru belum banyak tahu sebab lokasi di tetangga desa.

Menurut Kasi Trantib Satpol PP Pemkab Klaten Suriptono, sebelum ditutup warga, tim dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup bersama dinas lain terkait di Pemkab Klaten sudah datang ke lokasi. Tim mengecek dan menanyakan izinnya.

Di lokasi ada empat kandang ternak babi dan satu pabrik aksesori. Kandang dan pabrik itu membuang limbahnya ke sungai dengan membuat saluran tersendiri.

”Membuang limbah langsung ke sungai tidak dibenarkan sebab harus diolah dulu dalam instalasi,” jelasnya. Menurutnya, dari sisi perizinan, kandang babi itu ada izinnya tetapi hanya pemanfaatan pekarangan. Namun tidak bisa dibenarkan untuk membuang limbah secara langsung. Demikian juga bagi pabriknya, tidak bisa langsung membuang ke aliran sungai.

Berkait pelanggaran tersebut, Satpol PP tidak berwenang sebab Sungai Woro berada di bawah kewenangan Balai Besar Sungai dan izinnya ke PSDA Provinsi. Apabila nantinya Satpol PP diminta membantu penegakan Perda-nya, Pemkab baru akan melangkah lebih lanjut.

Kepala Balai Besar Sungai Wilayah Bengawan Solo (BBSWBS) Charisal Akdian Manu mengungkapkan, sebelumnya penyidik dari Direskrimsus Polda dan Balai Besar sudah ke lokasi dan menemukan limbah di sungai. Bahkan ada perusakan tanggul sungai yang digunakan untuk saluran limbah.

Beberapa warga mengatakan posisi kandang berada di tepi sungai. Bahkan di dekat tanggul. Sepintas tidak terlihat sebab tanggulnya lebih tinggi. (H34-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort