Salatiga Diproyeksikan Jadi Kota Transit Pariwisata

  • Jalan Tol Ramaikan Salatiga

SALATIGA- Beroperasinya jalan tol Semarang-Solo yang melintas di Salatiga, ternyata menguntungkan Kota Salatiga. Kota sejuk ini menjadi lebih sering dikunjungi orang luar kota. Ini dibuktikan dengan penuhnya hunian hotel, saat sejak libur Lebaran lalu hingga saat ini.

Wakil Wali Kota Muh Haris, mengatakan dengan adanya jalan tol tersebut, Pemkot Salatiga perlu menangkap peluang, guna mewujudkan rencana kota ini sebagai transit pariwisata, selain sebagai kota pendidikan dan olahraga.

”Boleh saja orang berwisata di luar Salatiga. Tetapi menginapnya tetap di Salatiga. Peluang ini harus kita tangkap karena kota kecil ini memiliki potensi dibidang perhotelan dan kuliner,” katanya, saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan guru menulis populer di media massa, di Hotel Beringin, Senin (24/6).

Mantan anggota DPRD Jateng ini, menyadari Salatiga sebagai kota kecil tentunya tidak banyak memiliki destinasi wisata yang diandalkan bertaraf nasional atau internasional. Kota ini hanya memiliki empat kecamatan dan 23 kelurahan dengan luas lebih kurang 56,78 ribu hektare.

”Kota ini termasuk kecil dibanding kota atau kabupaten lainnya di Indonesia. Karena itulah, kami memiliki keterbatasan lahan untuk membangun destinasi wisata. Tetapi kalau kita tetap bisa menjaga situasi seperti ini, biarlah orang berwisata di kota lain, tetapi menginap dan berwisata kuliner di Salatiga,” ucapnya.

Menurut Muh Haris, sejak dulu dirinya termasuk orang yang tidak khawatir tentang dampak jalan tol. Dengan jalan tol itu, akses ke Salatiga semakin mudah dan cepat.

”Salatiga memiliki hotel banyak hotel berbintang dan melati. Juga memiliki kuliner yang enak dan murah. Biarlah orang Solo, Semarang, dan kota lain datang ke salatiga baik untuk melakukan pelatihan-pelatihan, menginap, atau menikmati kuliner di sini. Ini tentunya diharapkan visa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” tuturnya.

Muh Haris menyebut, PAD Salatiga mencapai Rp 250 miliar pertahun. Jumlah itu, tiga perempatnya didapatkan dari sektor jasa dan perdagangan.

Termasuk dari retribusi perhotelan dan kuliner. Jadi sektor jasa dan perdagangan inilah yang terus didorong termasuk menyikapi beroperasinya jalan tol yang membuat Salatiga semakin ramai.

Kepala Dinas Pariwisata Salatiga, Sri Danujo mengakui manfaat jalan tol, Salatiga menjadi ramai. Ini bisa dilihat di hotel-hotel besar Salatiga, penuh penghuni.

“Pagi ini (kemarin-red) penuh tamu dan sampai Agustus Alhamdulillah sudah full booking,” katanya.

Menyikapi kondisi ini, menurut Danujo, Wali Kota Salatiga sudah mulai berbenah kota. Misalnya pembangunan sarana dan prasarana seperti trotoar guna mempercantik kota. Kini tinggal pembenahan Jalan Jenderal Sudirman dan Lapangan Pancasila yang akan dibangun tahun ini. (H32-42)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort