SOSIALISASI PROGRAM : Kabid Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca, Perpusnas, Nani Suryani membuka sosialisasi program revitalisasi perpustakaan di Semarang, kemarin. (27)
- Regional Jateng

Safari Gemar Membaca Ubah Cara Pandang Kepala Daerah

SEMARANG, Suaramerdeka.news – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) gencar melakukan safari gemar membaca, termasuk sosialisasi bidang perpustakaan ke daerah-daerah. Kegiatan ini penting untuk menyamakan persepsi, bahwa perpustakaan bukan gudang buku, tapi jembatan ilmu pengetahuan. Perpustakaan kini didesain mendampingi masyarakat agar punya literasi keterampilan dan kemampuan yang imbasnya terjadi peningkatan kualitas hidup.

“Khususnya safari gemar membaca, kami akan melakukan di 60 titik, termasuk di Indramayu dan Cilacap. Kehadiran kami perlu untuk mengubah cara pandang kepala daerah, supaya perpustakaan tidak dipandang sebelah mata,” kata Kabid Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca, Perpusnas, Dra Nani Suryani MSi dalam Sosialisasi Program Revitaliasi serta Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Semarang, kemarin.

Menurut dia, keberadaan perpustakaan dapat menginspirasi dan mengubah taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik. Dari membaca koleksi buku di perpustakaan, seseorang yang semua tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa, bisa meraih kesuksesan luar biasa. Di Magelang sebagai penghasil buah salak, berkat membaca buku di perpustakaan, bisa menciptakan kopi dari biji salak. Di Lumajang, ada yang menekuni usaha produksi keripik dari bonggol atau pelepah pisang. Sementara di Kendal ada yang mengalami keterbatasan fisik dan diberi pelatihan memijat oleh perpustakaan, akhirnya bisa mandiri serta membuka panti pijat sendiri.

Kondisi demikian sangat menginspirasi. Karena itu, dia tidak sependapat atas anggapan atau persepsi, pegawai di perputakaan adalah orang-orang buangan. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi ini bertujuan mengurangi kemiskinan, programnya didukung Bappenas dan Kementerian Keuangan.

“Program ini bukan pelayanan secara eksklusif, tapi bagaimana memberikan pelayanan di Indonesia tanpa memandang suku, agama, budaya, atau keterbatasan fisik,” tandasnya.

Di sisi lain, Kabid Pengembangan Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng Drs Nugroho MM, menyambut baik program revitalisasi perpustakaan di Jateng. Pada 2018, program diberikan ke tiga kabupaten, yakni Brebes, Kendal, dan Magelang. Tahun ini diperluas ke 18 perpustakaan desa. (J17-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *