- Regional Jateng

Rumah-Rumah Warga Tambakrejo Dibongkar – Normalisasi Banjirkanal Timur

SEMARANG UTARA – Sempat tertunda beberapa kali, akhirnya tempat hunian warga di Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, dibongkar, Kamis (9/5). Rumah-rumah itu, berada di bantaran Banjirkanal Timur yang saat ini sedang dinormalisasi.

Pembongkaran hunian yang ditempati 97 keluarga itu sempat mendapat perlawanan dari warga. Namun, 350 pesonel Satpol PP yang menggunakan alat berat tetap melanjutkan pembongkaran. Tangis warga pun pecah, saat pembongkaran dilakukan.

Berdasarkan pantauan, pukul 08.00 warga dan beberapa aktivis mengadang kedatangan pasukan Satpol PP Kota Semarang. Di bawah Jembatan Arteri Yos Sudarso sempat terjadi gesekan warga dengan aparat Satpol PP. Sambil berteriak, warga menahan laju pasukan Satpol PP supaya tidak sampai merobohkan rumah-rumah mereka.

Usaha warga untuk mempertahankan tempat tinggal mereka gagal. Pasukan Satpol PP berhasil sampai di hunian dan mengeluarkan semua perkakas dari dalam rumah. Kemudian satu alat berat dikerahkan untuk merobohkan hunian itu. Ketua RT 5 RW 16, Kampung Tambakrejo, Rahmadi mengatakan, tindakan itu merupakan kesewenangan pemerintah. Padahal pemkot berjanji akan menempatkan di lahan sekitar Kali Banger. Lokasi itu tak jauh dari lokasi tempat tinggal saat ini.

“Pemkot berjanji akan menempatkan kami di sekitar Kali Banger secara layak. Tetapi kenapa rumah kami dihancurkan. Kami akan tetap bertahan di sekitar Banjirkanal ini sampai menangis. Sebenarnya kami sudah siap pindah tetapi tidak begitu caranya demi kebaikan bersama,” ujar Rahmadi. Sebenarnya, pada Jumat (3/5) lalu, 350 personel Satpol PP akan melakukan pembongkaran. Meski sudah berada di lokasi, pembongkaran urung dilakukan. Saat ini terjadi mediasi antara warga, dan pejabat setempat dan Satpol PP untuk menunda pembongkaran.

Alternatif Tempat Tinggal

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, mestinya pada Jumat (3/5) hunian liar itu sudah dibongkar. Tetapi karena ada masukan dari lurah dan camat untuk mengedepankan kemanusiaan. Atas pertimbangan kemanusiaan, pasukan 350 Satpol PP mengurungkan untuk membongkar.

”Kami sudah beri batasan waktu sepekan, warga harus mengosongkan hunian yang akan dibangun tanggul. Kami menunggu itikad baik mereka, namun tidak dilakukan. Karena akan dibangun tanggul normalisasi Banjirkanal Timur, maka pembongkaran harus dilakukan,” ucap Endro, Jumat (3/5).

Saat ini, Normalisasi Banjirkanal Timur masih mengalami kendala. Pasalnya, hunian di Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, belum juga mau direlokasi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Dani Prasetyo menjelaskan, hunian yang dimaksud berada di bagian Paket 1 pada paket pengerjaan. Tepatnya antara hilir sungai dan jembatan rel kereta api di Kelurahan Kaligawe. Masih ada hunian 97 keluarga yang perlu segera direlokasi.

”Sebenarnya, BBWS sudah menyiapkan alternatif tempat tinggal bagi warga hunian di Tambakrejo yang terdampak normalisasi. Di lahan sementara di muara Kali Banger yang telah diurug. Namun, dengan berbagai pertimbangan warga Tambakrejo juga belum pindah,” papar Dani. (kas, K18-48)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *