RI Keluhkan Sikap Jepang Terkait Tiga WNI Kru Kapal Pesiar Positif Korona

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengeluhkan sikap Jepang yang dinilai kurang komunikatif dalam memberikan informasi perkembangan situasi dan kondisi kru serta penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang masih dalam masa karantina virus korona. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, dirinya telah beberapa kali bertemu dengan Dubes Jepang di Jakarta, Masafumi Ishii.

Dalam pertemuan tersebut, Retno ingin mengetahui rencana Tokyo setelah berakhirnya proses karantina di kapal pesiar Diamond Princess, Rabu (19/2) ini. Saat ini Diamond Princess berada di perairan Yokohama. ”Sebelum saya ke sini, saya kembali bertemu dengan Dubes Jepang melanjutkan diskusi yang sudah kami lakukan sebelumnya. Salah satunya meminta informasi lebih detail mengenai rencana Jepang setelah 19 Februari besok (hari ini-Red),” kata Retno Marsudi, Selasa (18/2).

Permintaan tersebut disampaikannya mengingat informasi yang diperoleh saat ini sangat terbatas. Kepada Ishii, Retno juga mengatakan Indonesia meminta Jepang memperhatikan lebih seksama kondisi kesehatan para kru kapal yang masih berada di perairan Yokohama, termasuk 78 WNI. Pihaknya juga meminta Jepang memastikan agar perusahaan kapal pesiar itu menjamin hak-hak para awaknya meski dalam situasi seperti ini.

Berdasarkan komunikasi terakhir dengan Ishii, Retno mendapat informasi bahwa tiga dari 78 WNI kru Diamond Princess dinyatakan positif terinfeksi virus korona. ”Dari tiga WNI yang dinyatakan confirm, dua di antaranya di bawa ke RS di Kota Chiba, sementara satu lainnya sedang menjalani proses menuju RS sehingga per detik ini saya belum dapat menyampaikan satu WNI itu dibawa ke RS mana,” ujar Retno.

Evakuasi

Ketiga WNI itu termasuk dari total 454 orang penumpang per Selasa, (18/2) yang postif terkena virus korona. Adapun jumlah total penumpang kapal yang kini masih berada di perairan Yokohama itu sebanyak 3.711 orang. Berdasarkan informasi dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Chiba, WNI yang dinyatakan positif terkena virus korona mendapatkan penanganan yang baik dari pihak berwenang Jepang.

Selain WNI, ribuan penumpang dan kru kapal pesiar tersebut berasal dari berbagai negara. Sejauh ini, Amerika Serikat menjadi negara pertama yang telah mengevakuasi sekitar 300 warganya dari kapal tersebut. Korea Selatan dan Hong Kong tengah berencana melakukan hal serupa. Sejak 5 Februari 2020, kapal Diamond Princess menjalani karantina akibat infeksi Covid-19.

Dikatakan Retno, Indonesia saat ini masih menunggu keputusan pihak berwenang Jepang selepas masa karantina Diamond Princess berakhir sebelum memutuskan akan mengevakuasi puluhan WNI itu atau tidak. ”Opsi evakuasi sejak awal dibuka dan kami terus menerus akan melakukan koordinasi baik dengan otoritas di Jepang maupun dengan perusahaan kapal tersebut. Ini ada unsur perusahaan yang juga harus kami lakukan koordinasi dan komunikasi dengan mereka,” ucapnya. Hingga Selasa (18/2), jumlah pengidap virus korona yang meninggal di seluruh dunia dilaporkan menjadi 1.873 orang yang sebagian besar merupakan warga Tiongkok.

Selain Tiongkok, kematian akibat virus korona juga terjadi di Hong Kong, Filipina, Taiwan, Jepang, dan Prancis. Ketiga WNI tersebut membuat total WNI yang postif tertular virus korona hingga kemarin menjadi empat orang dan seluruhnya berada di luar negeri. Kasus virus positif korona yang menjangkit WNI pertama kali terjadi di Singapura. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia berusia 44 tahun tertular dari majikannya, Minggu (2/2). (cnnind,ant-64)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *