Ratusan Siswa SDN Kena Regrouping

  • Pertama Sekolah Langsung Pindah

KLATEN- Pada hari pertama masuk sekolah, ratusan siswa SDN di Kabupaten Klaten terpaksa pindah ke SD N lain. Pasalnya sekolah mereka terkena kebijakan regrouping tahun 2019.

Ana, orang tua siswa di SDN II Desa Mireng, Kecamatan Trucuk mengatakan hari pertama masuk sekolah, anaknya yang naik ke kelas VI harus pindah ke SDN I Desa Mireng yang jaraknya lumayan jauh.

”Jadi hari pertama langsung pindah semua. Mau bagaimana lagi itu kebijakan pemerintah,” ungkapnya, Senin (15/7) saat mengantar anaknya pindahan sekolah.

Selain Ana, puluhan orang tua mendampingi pindahan sekolah. Siswa ada yang terpaksa naik sepeda dan diantar orang tuanya. Di sekolah yang baru, siswa tidak langsung masuk kelas. Siswa tampak kebingungan sebab harus menyesuaikan dengan lingkungan baru.

Tidak hanya siswa, para gurunya pun ikut pindah. Ana mengatakan sebelum pindah sekolah, orang tua sudah diberi sosialisasi jika sekolah lama akan digabung. Alasannya jumlah siswanya tidak ada 50 orang seluruhnya. Meskipun ada perasaan iba, tetapi orang tua tidak bisa berbuat banyak sebab itu kewenangan pemerintah.

Dia yakin anaknya tidak akan rewel sebab sudah kelas VI. Yang mungkin repot adalah anak kelas I yang baru masuk sebab harus jauh dari rumah. Saat ditemui di lokasi, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Trucuk, Mulyadi menjelaskan di wilayahnya hanya ada dua SD N yang terkena regruping. Yaitu SD N II Karangpakel dan SDN II Mireng. ” SD N II Karangpakel gabung ke SD N III,” jelasnya.  

Menurut Mulyadi, penggabungan itu adalah kebijakan pemerintah. SDN yang jumlah siswanya total di bawah 50 orang harus digabung.

Penggabungan dibebaskan sesuai keinginan orang tua tetapi untuk memudahkan pendataan aset dan data peserta didik, digabungkan ke sekolah terdekat.

Untuk guru nantinya diatur oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pemkab Klaten. Sebelum dilaksanakan, sudah didahului sosialisasi sehingga tidak ada gejolak. Penggabun itu bertujuan untuk efisiensi anggaran sebab jumlah siswanya hanya sedikit. Nantinya gedung dan perabotan tetap milik Dinas tetapi lahan milik desa. Selain di Kecamatan Trucuk, regruping dilakukan di Kecamatan Cawas.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Sri Nugroho mengatakan jumlah sekolah yang terkena penggabungan tahun 2019 ada 24 SDN. Jumlah sekolah sebanyak itu siswanya tidak lebih dari 50 orang. Apabila tidak digabung akan boros anggaran dan tidak efisien, baik dana bantuan operasional sekolah (BOS) atau anggaran lainnya. Penggabungan itu tersebar di SD N di 10 kecamatan.

Pelaksanaan sesuai jadwal adalah di hari pertama masuk dan sebelumnya sudah ada sosialisasi ke orang tua. Setahap demi setahap, akan ditata sehingga penggabungan tetap membuat proses belajar mengajar (KBM) siswa tidak terganggu. Tahun 2018 tidak ada sekolah yang digaung dan baru tahun ini dilaksanakan. Pantauan di jenjang PAUD, TK, SD, SMP sampai SMA, mayoritas hari pertama digunakan untuk pengenalan lingkungan. (H34-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort