Ratusan Karyawan Tuntut Perusahaan Bayar Pesangon

KALIWUNGU, Suaramerdeka.news – Ratusan karyawan melakukan unjuk rasa menuntut PT Tossa Shakti Kaliwungu memberikan pesangon. Pesangon yang belum dipenuhi PT Tossa Shakti berupa gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR). Mereka juga menolak PT Tossa Shakti dalam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak.

Perwakilan Tim 11, Basuki Rahmat mengatakan, lebih dari 10 kali mereka melakukan unjuk rasa di depan PT Tossa Shakti untuk menuntut gaji dan THR. Dari perusahaan baru membayar 25 persen gaji dan THR 2018. PT Tossa Shakti masih memiliki utang 75 persen.

“Kami di-PHK sudah ada dua tahun sejak 5 Mei 2017. Ada 1.000 karyawan yang di-PHK sepihak dan belum ada kesepakatan, sehingga ada sekitar 125 persen gaji dan THR yang belum diberikan kepada karyawan. Karyawan juga menolak PHK sepihak yang dilakukan PT Tossa Shakti. Sebab, dari perusahaan memberikan pesangon dengan sistem angsuran selama 50 kali. Anehnya lagi jika masa kerja semakin lama, angsuran juga bertambah lama,” ujar Basuki, kemarin.

Menurutnya, PT Tossa Shakti harus memberikan gaji sesuai dengan Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Berdasarkan undang undang itu, sistem pembayaran tidak boleh diangsur. Karena itu, karyawan menuntut perusahaan agar memberikan gaji dan THR secara penuh. Termasuk memenuhi penggajian karyawan yang masih kurang. Terhitung sejak Mei, Juni, dan Juli 2019 karyawan PT Tossa Shakti juga belum menggaji karyawan.

“Kami mengerti walaupun dari perusahaan sudah tidak ada produksi. Dalam perjanjian dengan PT Tossa Shakti disepakati 50 persen harus diberikan. Tetapi, janji yang telah disepakati diingkari perusahaan. Kami ingin bertemu dan bertatap muka dengan Gunawan Candra, Direksi PT Tossa Shakti Kaliwungu. Hal itu untuk membicarakan nasib karyawan. Tetapi, sampai sekarang Direksi PT Tossa Shakti tidak mau menemui,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Produksi PT Tossa Shakti Kaliwungu, Heru Cahyo mewakili Direksi Gunawan Candra mengatakan, PT Tossa Shakti sudah berhenti dua tahun. Untuk menjalankan kembali butuh investor. Saat ini PT Tossa Shakti masih dalam tahap mencari investor. Hal itu untuk mencarikan solusi bagi karyawan dan perusahaan supaya bisa berjalan kembali.

Dia menambahkan, ada dua pabrik kaca di PT Tossa Shakti Kaliwungu. Adapun jumlah karyawan sekitar 1.300 orang. Dulu saat masih berjalan, dua pabrik itu mampu menghasilkan produksi kaca 900 ton dan 70 ton. Kemudian sekitar dua tahun berhenti memproduksi. Perusahaan mengeluarkan surat keputusan PHK secara sepihak pada Mei 2017. Ada sekitar 970 karyawan diberhentikan.

“Kemudian hasil 70 ton dari produksi kaca digunakan untuk menggaji karyawan. Itu pun hasilnya sangat kecil. Karena itu, PT Tossa Shakti memberikan bayaran dengan sistem angsuran. Jadi, sisa dana operasional hanya untuk pemberian pesangon bagi karyawan yang di-PHK. Sementara jumlah karyawan yang di-PHK lebih dari 970 orang, sehingga perusahaan harus menyiapkan pesangon di atas Rp 50 miliar untuk memenuhi hak karyawan,” ungkapnya.

Dia berharap PT Tossa Shakti bisa segera mendapat investor agar hak karyawan terpenuhi dan pabrik bisa berjalan kembali. Sebab, masih ada sekitar 200 karyawan yang bekerja di pabrik 70 ton. Sampai saat ini ada beberapa investor sudah tertarik, tetapi masih membutuhkan waktu dan proses. (kas-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort