Ratusan Karyawan Hotel dan Restoran Terancam Dirumahkan

SALATIGA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Salatiga merilis lebih dari 800 karyawan terancam dirumahkan. Hal ini akibat turunnya omzet bisnis mereka sebagai dampak mewabahnya Covid-19 (virus corona). Tingkat hunian hotel tidak mencapai 10 persen dan omzet bisnis restoran dan UMKM kuliner belum mampu menutupi biaya operasional. Hal itu diungkapkan Ketua PHRI Kota Salatiga Arso Adji Sajiarto kepada Suara Merdeka, Minggu (29/3).

”Salatiga sebagai kota pendidikan, perdagangan, dan jasa serta wisata, merasakan dampak adanya Covid-19 ini,” jelas Arso Adji.

Bagi perdagangan di Salatiga, imbuh dia, sebelum adanya imbauan untuk tetap di rumah dan semua masih berjalan normal.

”Sebenarnya kelesuan pasar sudah terasa, dengan melambungnya harga-harga. Kondisi ini lebih terasa lagi setelah adanya iimbauan untuk tetap tinggal di rumah. Para pelaku bisnis mengeluh sepinya pembeli.”

Arso Adji yang juga ketua Kadin Kota Salatiga itu mengungkapkan, UMKM yang biasanya mampu berjuang di tengah kesulitan, sudah banyak yang mengeluh produksi mereka berkurang sangat banyak. Penyebabnya aktivitas sekolah, universitas,dan wisata, terhenti. Hal yang sama juga dirasakan di bidang pariwisata, di mana tempat hiburan sudah ditutup.

Tingkat hunian hotel yang turun drastis, dibarengi pembatalan berbagai event, mulai dari pertemuan-pertemuan, rapat, seminar, wedding, dan lainnya.

”Saat ini hunian hotel tidak mencapai 10% dan beberapa hotel sudah melakukan efisiensi di berbagai bidang termasuk meliburkan beberapa karyawan. Hotel-hotel anggota PHRI harus memikirkan sekitar 487 karyawan tetap dan 121 karyawan kontrak, serta karyawan part time. Di bisnis restoran sekitar 250-an karyawan yang harus ditanggung pula, sementara pengusaha tidak mampu membayar gaji,” jelas Arso.

Langkah Strategis

Beberapa upaya telah dilakukan, di antaranya menutup usaha sementara bagi restoran, meliburkan karyawan partime, dan lainnya. Lalu melakukan terobosan bisnis penjualan makanan online untuk rumah makan dan lainnya. Pihaknya juga merumuskan langkah strategis menyelamatkan kegiatan bisnis di Kota Salatiga, menghadapi mewabahnya Covid-19. PHRI berharap dukungan Pemkot Salatiga atau dinas terkait, untuk membantu persoalan yang dihadapi PHRI dan Kadin tersebut.

”Rencananya besok Senin (30/3), kami di undang bertemu Wali Kota Yuliyanto di rumah dinas membahas masalah ini,” papar Arso Adji.

Sementara itu, Marketing Communication Laras Asri Resort & Spa Salatiga, Sherly Novia, mengaku tingkat hunian hotel turun drastis. Dia berharap kondisi membaik, seiring dengan meredanya wabah virus korona. Hal yang sama juga disampaikan Marketing Communication Hotel Wahid, Dody Rummata. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki tingkat hunian hotel. Dia berharap persoalan ekonomi saat ini bisa segera berlalu. (H2-48,58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *