Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat jadi Alternatif

-Kemelut Zonasi PPDB

BANTUL- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara zonasi tengah berjalan meski masih terjadi kemelut dibeberapa wilayah di Tanah Air. Kendati demikian setiap wali murid tak perlu risau. Seandainya putra-putrinya gagal masuk ke sekolah yang diinginkan karena terbentur sistem zonasi.

Sebab, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bisa jadi alternartif untuk mendapatkan pendidikan.

“Pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional jelas tertulis bahwa pendidikan di Indonesia bisa ditempuh dalam tiga jalur. Itu yakni formal, informal dan nonformal. Nah, di sini lah (nonformal) peran kami (PKBM-red),” kata Ketua PKBM Mandiri Yuli Sutanta, Rabu (26/6).

Sejatinya, ungkap Yuli, tidak ada yang salah dan keliru dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi saat ini. Menurut dia, pemerintah menerapkan sistem zonasi dengan tujuan agar para guru benar-benar mampu menerapkan ilmu mengajar yang dimilikinya untuk semua murid yang berasal dari berbagai lapisan. Terlebih saat ini setiap guru diwajibkan memiliki sertifikasi.

Tertantang ”Guru itu sekarang ini kan mendapatkan sertifikasi. Maka harus bisa mengajar seluruh lapisan murid baik itu murid yang pandai maupun tidak, karena selama ini kan guru seperti kurang tertantang untuk mengajar murid yang tidak pandai,” jelasnya.

Selain itu, ungkapnya, penerapan zonasi dilakukan juga untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

”Asumsinya ketika penerapan zonasi dilakukan maka seorang pelajar dari Sleman misalnya tidak perlu naik kendaraan bermotor ke sekolah yang ternyata berada di Kota Jogja. Setidaknya ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas,” urai dia.

Yuli pun paham karena baru pertama kali dilaksanakan, maka sisten zonasi masih muncul ketidakberesan di sejumlah daerah. Meski begitu, dia pun berharap setidaknya bisa mengambil ceruk dari PPDB sistem zonasi itu.

”Ya secara tak langsung kami berharap ada harapan untuk mengambil murid-murid yang nantinya seandainya tidak bisa diterima di sekolah negeri karena sistem zonasi. Kami pastikan bahwa PKBM itu lulusannya juga bisa bersaing. Memang dulu kami dianggap nonformal itu sebagai pelengkap, penambah dan pengganti dari dunia pendidikan formal, tapi sekarang kami bisa menjamin bahwa PKBM itu menjadi pendidikan alternatif,” papar pria yang juga Ketua DPD FK PKMB Bantul dan Ketua 2 DPW FK PKBM DIY itu.

Menurut dia, di FKBM semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK hingga SMA dapat ditemui. Ijazah yang dikeluarkan pun setara seperti ijazah yang dikeluarkan dunia pendidikan formal pada umumnya. Untuk prestasi, dia menyebut PKBM Mandiri yang dipimpinnya pernah menjadi juara tiga nasional pada 2004 lomba PKBM serta mendapatkan penilain kinerja A PKMB se DIY.

”Di tempat kami mulai jenjang Kejar Paket A, B dan C semua itu ijazahnya setara dengan pendidikan formal. Belum lagi setiap murid dipastikan mendapatkan keterampilan karena kami memiliki banyak kegiatan pelatihan. Banyak kok lulusan kami yang diterima di perguruan tinggi negeri di DIY dan Jateng. Jadi tidak perlu risau untuk bergabung di PKBM,” urai pria asli Bantul itu. (K15-66)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort