Puluhan Perajin Ikuti Diklat Kain Tenun Goyor

SRAGEN – Sebanyak 50 perajin kain tenun goyor di Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen,mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat). Para perajin dituntut harus bisa menghasilkan kain tenun goyor yang layak dijual.

”Tidak ada artinya kalau peserta pelatihan tidak mampu memproduksi kain tenun goyor,” tegas Camat Plupuh Sumarno saat menghadiri pembukaan diklat bagi 50 perajin kain tenun goyor di Desa Sambirejo, kemarin.

Diklat 3 in 1 kain tenun goyor tahap II yang diikuti 50 peserta semuanya wanita itu, dipusatkan di rumah Prihandoko, Kades Sambirejo, Plupuh, Sragen.

Kabid Perindustrian Disperindag Sragen Agus Tri Lastomo mengungkapkan, diklat tersebut melibatkan unsur pengusaha atau pihak ketiga sebagai penyedia tempat dan alat tenun, pendanaan dari Kementerian Perindustrian dan peserta diklat.

Selama pelatihan diawasi oleh Sudarto pakar produsen kain tenun goyor serta dua orang instruktur. Peserta diklat dibiayai dari Kementerian Perindustrian dan mendapatkan bahan baku kain tenun, pelatihan dari instruktur, kebutuhan makan minum serta uang saku.

Disebutkan saat diklat tahap I pada 2018 lalu diikuti 52 peserta, terdiri peserta dari Desa Dari 12 orang, Desa Plupuh 10 orang dan Desa Sambirejo 30 orang. Semuanya dari wilayah Kecamatan Plupuh. Sementara untuk diklat kedua diikuti 50 peserta semuanya dari Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh.

Agus Riyanto, staf Bidang Perindustrian menambahkan, pada 2018 lalu di Desa Doyong Kecamatan Miri juga digelar bimbingan teknis (Bimtek) tahap I pembuatan kain tenun goyor dari Kemenperin, diikuti 20 peserta.

Kades Prihandoko mengatakan, diklat yang diikuti 50 ibu rumah tangga itu diharapkan bisa memberikan pendapatan tambahan bagi keluarga. Diklat akan ditempuh selama 20 hari. Setelah itu, para ibu rumah tangga akan dibekali bahan baku dan mesin tenun di rumah masing-masing.

”Pada waktu senggang, mereka bisa menenun tanpa menggangu pekerjaan rumah,” ucap Prihandoko. Setiap Jumat sore mereka menyetor tenun untuk dijual.

Upaya pemberdayaan masyarakat itu akan dikembangkan di Desa Sambirejo, Plupuh. Sebab dahulu kain tenun goyor dikenal di Desa Samberembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Kini kejayaan kain tenun goyor itu memudar, karena justru tenun kain goyor banyak ditemukan di Sukoharjo. ”Kami ingin membangkitkan kembali kejayaan kain tenun goyor di Sragen,” tegasnya.

Prihandoko menjelaskan, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjanjikan akan menerima produk tenun kain goyor dengan jumlah yang memadai, untuk keperluan seragam ASN Sragen setiap Kamis. (nin-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort