PSISa Salatiga Siap Berkiprah di Liga 3

SALATIGA – Harapan pecinta sepak bola Salatiga untuk menyaksikan tim kesayangannya, PSISa, tampil di kompetisi PSSI segera terwujud. Tahun ini, tim yang sudah vakum sekitar delapan tahun itu, siap mendaftar untuk berkompetisi di Liga 3.

Manajemen baru PSISa saat ini sudah terbentuk untuk mengarungi Liga 3. Manajer dipercayakan kepada pengusaha Hartoko Budhiono.

Hartoko mengatakan, dalam mengikuti Liga 3 nanti, pelatih kepala sudah ditunjuk, yakni mantan pemain PSIS Trimur Vedhyanto. Sementara untuk asisten pelatih dipercayakan kepada Nugroho Andyanto dan Deftendy Yunianto yang juga eks pemain PSIS. Adapun direktur teknik dipercayakan kepada Andreas Tri Widagdo.

“Saya percaya kepada tim pelatih karena mereka sudah memiliki lisensi C AFC seperti yang dipersyaratkan PSSI di Liga 3. Selain itu, para pelatih ini adalah putra daerah Salatiga yang sudah memiliki pengalaman sebagai pemain level nasional. Saya berharap mereka menularkan kemampuannya kepada adik-adik dan mengembalikan kejayaan Salatiga di kancah sepak bola nasional,” paparnya.

Hartoko berharap ada dukungan penuh dari pecinta sepak bola dan suporter Salatiga agar PSISa dapat berbicara banyak dalam kompetisi Liga 3. Untuk target, ia mematok secara bertahap. “Semoga bisa berprestasi dan membanggaakan masyarakat Salatiga dan lolos tingkat nasional,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, PSISa akan melakukan seleksi pemain pada 20-23 Maret 2020 bagi pemain lokal Salatiga. Sementara pemain dari luar daerah, seleksi digelar pada 24-27 Maret 2020.

Menurut Hartoko, tahapan yang harus dilalui PSISa untuk berlaga di Liga 3, yakni sosialisasi Liga 3 2020 yang diselenggarakan Asprov PSSI Jateng pada 18 April. Kemudian pendaftaran tim pada 2- 13 Juni.

Selanjutnya, verifikasi tim dan stadion pada 8-20 Juni, pertemuan manajer 4 Juli, pendaftaran pemain (8-18 Juli), dan kick off (26 Juli). “Kami sudah siap mendaftar Liga 3. PSISa masih pengajuan keringanan dari denda manajemen lama kepada Asprov PSSI Jateng.

Masalah pendanaan nanti, tidak ada dukungan APBD. Kami bertekad gotong- royong dan suporter sudah mempersiapkan banyak agenda untuk penggalangan dana,” ucapnya.

Seperti diketahui, di kelompok yunior, Piala Soeratin U17, PSISa kena sanksi tidak boleh berkompetisi sebelum membayar denda. Denda sejumlah uang dikenakan Asprov PSSI Jateng akibat PSISa mundur di tengah kompetisi musim 2018. (H32, H85-47)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *