PSIS Siapkan Tim B untuk Turnamen Pramusim

SEMARANG – PSIS Semarang mulai Februari mendatang akan fokus menyiapkan tim utama dalam training center (TC) dan akan mengikutsertakan tim pelapis jika ada turnamen pramusim seperti Piala Presiden.
Hal ini dikatakan CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya (Yoyok Sukawi) dari hasil pembicaraan dengan Pelatih Kepala PSIS, Dragan Djukanovic belum lama ini. Pihaknya tidak ingin turnamen pramusim mengganggu persiapan yang sudah disusun rapi oleh pelatih asal Montenegro itu.
”Kami tidak mau program yang sudah disusun terganggu dengan adanya turnamen pramusim itu. Semisal ada Piala Presiden, kami akan bentuk tim B. Karena tim utama akan fokus pada TC yang kami persiapakan dua pekan saat kembali berkumpul nanti,” kata Yoyok.
Dragan dijadwalkan tiba di Semarang pada 26 Januari. Para pemain PSIS di akhir Januari dijadwalkan untuk berkumpul dan menjalani tes kesehatan sebelum melakukan TC. Adapun TC akan lebih difokuskan untuk mengembalikan kebugaran fisik para pemain.
”Saat TC digelar para pemain sudah lengkap. Sebelumnya mereka menjalani tes kesehatan secara menyeluruh. Kami ingin mereka berkumpul lengkap agar skuad ini kompak dalam TC yang digelar dua pekan. Setelah itu kami persiapkan agenda uji coba,” lanjut Yoyok.
26 Pemain
Saat ini PSIS sudah memiliki 26 pemain untuk Liga 1 2020 setelah nama Damas Damarjati (gelandang) dan Rizki Fajar Saputra (winger) dipromosikan dari skuad akademi ke tim senior, Selasa (14/1). Mereka mengikuti jejak M Fadli, Aqsa Saniskara, Yoga Adiatama, Eka Febri, Pratama Arhan, Yofandani Damai Pranata, dan Adhithya Jory. Khusus Damas, pemain ini musim lalu sempat dipromosikan di awal musim tapi dikembalikan ke tim U-20.
Jumlah ini belum ditambah tiga bek yang saat ini dalam status prakontrak. Mereka yakni Alfeandra Dewangga (Timnas U-19), Wahyu Prasetyo (eks Cilegon United), dan Abdul Abanda Rahman (eks Kalteng Putra).
Lalu bagaimana dengan satu slot pemain asing tersisa? ”Untuk pemain asing belum diputuskan. Setelah latihan perdana pelatih akan melihat kebutuhan, apakah di posisi gelandang atau striker. Pemain asing lebih mudah dicari daripada pemain lokal. Kami juga akan melihat apakah kebutuhan pemain lokal sudah cukup atau belum,” ungkap Yoyok.
Dia menjelaskan musim ini PSIS memang mempertahankan 95 pemain musim lalu. Jika dibilang PSIS tanpa pergerakan, Yoyok tidak sepakat.
”Kami justru melakukan pergerakan lebih awal. Mempertahankan pemain itu lebih sulit. Selain itu kami orbitkan pemain muda dari akademi yang bagus-bagus,” tandas Yoyok.
Manajemen PSIS saat ini juga sudah melakukan renovasi dan menambah fasilitas mes pemain di Semarang. Selain itu lapangan telo Banyumanik, Stadion Universitas Diponegoro, dan Stadion Citarum disiapkan untuk berlatih para pemain dari akademi, tim putri, hingga tim senior. (mam, H85-47)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *