PSIS Resmi Layangkan Protes

SEMARANG -PSIS resmi mengajukan surat protes kepada PSSI terkait keputusan wasit yang memimpin pertandingan melawan PS Barito Putera, Annas Apriliandi, Minggu (30/6) malam. Isi dan cuplikan surat protes ini diunggah manajemen klub lewat laman resmi PSIS maupun media sosial mereka sehari setelahnya.
Inti dari surat protes itu terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi asal Jawa Barat dan asisten wasit I, Beni Andriko asal Sumatera Barat.
”Kami sudah melayangkan surat semalam disertai bukti cuplikan video dan rekaman kejadian. Semoga laporan segera ditindaklanjuti oleh Komite Wasit dan segala keputusan kami serahkan kepada mereka,” ujar Manajer PSIS Setyo Agung Nugroho, Senin (1/7).
Di pertandingan pekan keenam Shopee Liga 1 201o yang digelar di Stadion dr H Moch Soebroto Kota Magelang pada Minggu sore tersebut, PSIS disebut layak mendapat hadiah penalti di tambahan waktu babak kedua. Hal ini berdasar peristiwa saat winger PSIS, Komarodin dijegal bek Barito Putera Roni Beroperay di dalam kotak penalti.
Batalkan Keputusan
Wasit Annas yang sebenarnya sudah menunjuk titik putih tiba-tiba membatalkan keputusannya tersebut. Sebab, di waktu bersamaan asisten wasit 1, Beni Andriko menganggap pelanggaran terjadi di luar kotak penalti.
Batal mendapat hadiah penalti membuat pemain PSIS langsung bereaksi keras dengan melakukan protes kepada wasit. Namun, keputusan tidak berubah.
Lewat surat yang dikirimkan, PSIS meminta supaya komite wasit PSSI menindaklanjuti dan mengistirahatkan kedua petugas tersebut karena telah memalukan PSSI dan membuat kontroversi yang semakin memperburuk citra PSSI di mata publik. PSIS juga meminta komite wasit bertindak menegakkan peraturan sesuai dengan Kode Disiplin PSSI dan Statuta PSSI dalam memberikan hukuman terhadap wasit tersebut.
Sementara itu, Komarodin yang dilanggar pemain lawan dalam momen itu mengaku sempat merasakan sesak nafas dan mendapat perawatan di kakinya.
”Alhamdulillah kondisi sekarang sudah membaik meskipun kemarin setelah pelanggaran sempat sesak nafas akibat salah jatuh. Saya pribadi kecewa saat dirugikan wasit seperti itu. Harusnya wasit bersikap lebih tegas karena ia sudah menunjuk titik putih tetapi keputusannya diubah,” kata Komarodin. (mam,H85-47)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort