Prudential Luncurkan PRUTop dan PRUTop Syariah

JAKARTA-Prudential Indonesia kembali melakukan terobosan baru dengan meluncurkan produk PRUTotal Critical Protection (PRUTop) dan PRUTotal Critical Protection Syariah (PRUTop Syariah).

‘’Solusi ini adalah rangkaian produk pelengkap asuransi tambahan inovatif pertama di industri dalam memastikan masyarakat Indonesia terlindungi secara total tanpa ada batasan jumlah maupun jenis penyakit kritis,’’ ungkap JensReisch, President Director Prudential Indonesia ketika meluncurkan kedua produk baru tersebut.

PUROTop dan PRUTop Syariah tersedia untuk nasabah Prudential Indonesia yang telah memiliki produk asuransi dasar PRULink Generasi Baru atau PRULink Syariah Generasi Baru. 

Beberapa keunggulan produk tersebut antara lain memberikan perlindungan atas kondisi kritis yang lebih luas, tidak lagi terbatas pada jumlah penyakit kritis yang dilindungi, maksimal uang pertanggungan hingga Rp5 miliar, merupakan perlindungan kondisi kritis yang komplit bila dibeli bersamaan dengan PRU Early Stage Crisis Cover Plus, tidak ada ketentuan masa bertahan hidup dan memberikan perlindungan atas penyakit kritis yang belum ditemukan.

Produk ini menjawab tantangan kesehatan yang makin kompleks dengan penyakit kritis yang makin berkembang. Menurut dr Laurentius Aswin Pramono,SpPD,M. Epid seorang internis yang mendalami epidemiologi klinis menyampaikan, WHO mengkatagorikan permasalahan kesehatan hingga mencapai 68.000 jenis. Indonesia pun tak lepas dari bahaya kesehatan tersebut. Para ahli memperkirakan, lima penyakit baru para manusia muncul tiaptahun, tiga diantaranya bersumber dari binatang.

Lebih lanjut dikatakan, penyakit kritis tidak hanya menimbulkan beban keuangan berupa biaya rumah sakit, namun juga biaya hidup. Sebagai contoh, suatu penelitian menyebutkan 83 persen pasien multidrug resistant tuberculosis dari berbagi pusat kesehatan di Indonesia mengalami dampak katastropik terhadap keuangan rumah tangga akibat penyakitnya.  Dalam rentang waktu 6 bulan setelah didiagnosa, 86 persen kehilangan pendaptan, 32ersen harus meminjam uang dan 18 persen dari mereka mengakui menjualproperti untuk menutupi pengeluaran.

Melihat berbagai fakta yang ada, Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential Indonesia menjelaskan, suransi kondisi kritis saat ini terbatas ada diagnosis jenis penyakit.

‘’PRUTop dan PRUTop Syariah menawarkan konsep baru perlindungan kondisi kritis yang berfokus padaperawawtan,tindakan atau ketidakmampuan permanen yang terjadi akibat kondisi kritis,’’ katanya. Hal itu lah yang menjadi PRUTop dan PRUTop Syariah unggul dikelasnya karena kedua produk ini mampu melindungi kesehatan dan finansialmasyarakat Indonesia secara menyeluruh dan memastikan mereka hidup lebih tenang.(tn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *