Proyek Strategis Nasional Sebagai Penyangga Ekonomi Bangsa

Jakarta,Suara Merdeka.Com..- Dari 245 PSN (Proyek Strategis Nasional) yang diusulkan pada tahun 2020 terdapat 89 proyek yang direkomendasikan dengan nilai investasi Rp 1.422 triliun.  PSN sendiri memiliki dampak yang sangat baik bagi pemulihan nasional khususnya penyerapan tenaga kerja dan UMKM.
” Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan penyangga ekonomi bangsa akibat dampak pandemi. Karena itu PSN haruslah bermanfaat untuk khalayak remain, berdaya saing, sekaligus mendorong percepatan ekonomi dengan membangun Indonesia dari pinggir.”
Hal itu mengemuka dalam Webinar bertemakan Proyek Strategis Nasional Sebagai Penyangga Ekonomi Bangsa di Jakarta awal pekan ini.
Dalam acara tersebut tampil Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT. Nindya Karya (Persero) Ir. Moeharmein Zein Chaniago, M.Eng, Sekjen Gapensi yang juga Wakil Ketua Kadin H. Andi Rukman N. Karumpa, SE, National Manager PT. BCI Asia, Ronal Imam Setiawan, SE, IMSMEs, dan Direktur Executive Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Basuki Muchlis.
Berdasarkan report dari American Chamber and Shanghai menyatakan bahwa China menjadi indicator investasi global yangmana target FDI mereka pada tahun 2019 beralih tidak lagi ke Eropa ataupun US melainkan ke Kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia. Terlihat pada tahun 2018 target investasi mereka adalah negara Vietnam, namun pada tahun 2019 Indonesia mejadi tujuan utama sebagai destinasi investasi bagi negara China.
Maka , menurut Moeharmain Zein Chaniago, PSN sebagai penyangga ekonomi nasional perlulah dikawal dengan cermat agar dengan bilai investasi yang besar dapat di implementasikan dengan baik bagi seluruh khalayak ramai.
Sementara itu, Sekjen Gapensi yang juga Wakil Ketua KADIN Andi Rukman mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian PUPR dan BUMN haruslah dapat merangkul pelaku usaha konstruksi  nasional agar pelaku industri lokal dapat bersaing dengan pelaku konstruksi dari luar negeri dan yang terpenting material yang digunakan haruslah memberdayakan bahan lokal agar dampak PSN bisa dirasakan berbagai elemen. ” Pemberian stimulus dan pembiayaan juga sangat dibutuhkan karena para pelaku usaha juga dari pasca pandemic agar percepatan PSN dapat terus berjalan tepat waktu sebagaimana perencanaan di awal,” kata Andi Rukman.
Di sisi lain yang mewakili Direktur Executive Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Basuki Muchlis.
mengajak para pelaku usaha konstruksi untuk berbenah dan menyiapkan strategi bisnis sesuai perkembangan jaman pada pasca-pandemi bahwa pendekatan tidak bisa sama lagi seperti beberapa tahun lalu dan digitalisasi internal dan external perusahaan sangat diharuskan agar tetap berdaya saing di kondisi apapun. Sektor pembiayaan bagi pelaku usaha konstruksi juga diangka tujuannya agar proyek tetap berjalan dalam proses trasisi PSBB namun tetap tetap menerapkan protokol Kesehatan. 
Sementara itu, National Manager PT BCI Asia, Ronal Imam Setiawan, menambahkan bahwa BCI Asia dapat mengidentifikasi progress PSN melalui system informasi yang telah 22 tahun melayani pelaku konstruksi di Indonesia.
Berdasarkan hasil risetnya, lanjut Ronald, yang telah melakukan riset akan PSN, banyak yang beranggapan bahwa PSN hanyalah proyek Infrastruktur dan Industrial saja, padahal beberapa proyek lain juga terkait dengan pariwisata dengan program 5 DSP (Destinasi Super Prioritas). Seperti contoh korelasi pembagunan infrstruktur transportasi jalan, bandara dan sektor pariwisata dengan program PSN lainnya.
Menurutnya terdapat beberapa aspek yaitu, letak geografis dan demografis, pembangunan sinergis dan terintegrasi dan melakukan percepatan pemerataan ekonomi. Seperti contoh pembangunan Bandara Kertajati yang ditanyakan kenapa pemilihan wilayah berada di Majalengka dan kaitannya dengan pembangunan Tol Cileunyi -Dawuan yang beririsan dengan Tol Cipali.
Alasan kata dia adalah agar pembangunan infrastruktur haruslah terintegrasi dengan menjangkau wilayah baru sebagai “buffer Zone” dari kota besar jadi penyangga pendapatan daerah tidak hanya di kota besar melainkan ada kota-kota lain yang dilalui infrastruktur tersebut agar tercipatanya ekonomi yang merata bagi pendapatan daerah. Selarasa juga seperti yang di jelaskan oleh Nindya Karya yaitu membangun Indonesia dari pinggir.
Jika dilihat dari letak geografis, bahwa pembanguna bandara kertajati (majalengka) dan Tol Cileunyi-Dawuan mempermudah warga kota Bandung untuk mengakses ke Bandara baru dengan jangkauan hanya 1 jam saja dan juga akses tol ini  juga akan berlintasan dengan akses dengan Tol Cipali, ” Maka kaitannya dengan Kawasan Industri baik di jawa barat dan jawa tengah akan terhubung melihat garis lurus dari letak geografis.
Selain itu juga Ronal mejelaskan bahwa pembanguna Kawasan Kendal yang juga sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai indikasi bahwa kesiapan infrastruktur daerah sangatlah berpengarus bagi pemerataan dan potensi investasi baru. Dengan penjukan Kawasan industry di Kendal terlihat kesiapan infrastruktur yang mendukung jalur logistic di tengah-tengah pulau jawa dengan adanya Pelabuhan, jalan toll. Selain itu, Kawasan industry baru seperti Brebes dan Batang menjadi opsi baru perluasan Kawasan Industri di Jawa Tengah. Bisa kita bayangkan jika kerangka infrastruktur di Indonesia sudah matang di penjuru nasional maka akan muncul potensi baik di sektor pariwisata, industri dan perdangan.(bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *