Proyek Fisik APBD Perubahan Diperingatkan

KLATEN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengajukan usulan kegiatan fisik pada APBD Perubahan diperingatkan untuk menjamin kegiatan selesai tepat waktu tanpa keterlambatan. Sebab waktu yang tersisa hanya tinggal sekitar empat bulan.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Klaten Sunarno mengatakan, pada APBD Perubahan 2019 masih ada OPD yang mengajukan kegiatan fisik.

”Namun saat pembahasan sudah kami peringatkan,” jelasnya, Rabu (17/7), usai rapat anggaran dengan DPRD. Rapat dipimpin Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto dan tim anggaran Pemkab. Rapat hanya berlangsung 30 menit.

Menurut Sunarno, saat pembahasan usulan di Pemkab, OPD sudah diminta dua hal, yaitu agar usulan yang diajukan adalah usulan kegiatan yang prioritas. Selain itu, juga diperingatkan untuk diselesaikan tepat waktu mengingat APBD Perubahan hanya menyisakan waktu terbatas menuju akhir tahun anggaran.

Pada APBD Perubahan memang diakui masih ada usulan kegiatan proyek fisik tetapi jumlahnya relatif sedikit. Tidak banyak OPD yang berani mengajukan sebab berhitung dengan waktu yang terbatas. Dampaknya, hitungan APBD P tidak banyak pergeseran anggaran dan kegiatan. Pencermatan di pembahasan anggaran pada APBD Perubahan hanya mengalami penambahan pendapatan sebesar Rp 69,9 miliar.

Dari APBD murni 2019 sebesar Rp 2.632.374. 281.500 menjadi Rp 2.702.324.544.886. Pendapatan itu berasal dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan pendapatan lain yang sah. Sementara pos belanja mengalami penambahan sebesar Rp 310,1 miliar. Dari yang semula hanya sebesar Rp 2.768.108.345.300 menjadi sebesar Rp 3.078.219.229.198.

Angka pembahasan akhir itu tidak berubah dari ajuan Pemkab yang dituangkan dalam RAPBD yang diserahkan Sekda Klaten Jaka Sawaldi pekan lalu. Menurut Ketua Badan Layanan dan Pengadaan Pemkab Klaten M Anwar Sodiq, pada APBD Perubahan sangat kecil yang mengajukan kegiatan fisik karena pertimbangan waktu yang mepet.

”Bahkan di kompleks Pemkab tidak ada usulan proyek fisik,” katanya. Yang ada hanya kegiatan fisik di luar Pemkab. Misalnya pembangunan los pedagang kaki lima di hutan kota Sungkur, penataan masjid agung dan lainnya. Nilainya pun hanya kecil sebab di bawah Rp 1 miliar.

Pantauan di beberapa proyek Pemkab yang didanai APBD murni 2019, beberapa sudah persiapan dilanjutkan setelah masa sanggah lelang selesai. Di proyek gedung DPRD baru misalnya, sejumlah pekerja sudah mulai membersihkan lokasi dan memasang bambu untuk persiapan peralatan. Salah seorang pekerja mengatakan, kegiatan baru untuk persiapan dan belum pekerjaan. (H34-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort