Protokol Kesehatan Harus Jadi Perilaku Keseharian

JAKARTA- Masa transisi seharusnya saat yang tepat untuk memperketat pelaksanaan kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, bukan malah mengabaikan. “Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat sulit untuk bisa mencegah penyebaran Covid-19,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8), menyikapi peningkatan jumlah positif Covid-19 secara nasional dan DKI Jakarta.
Di DKI Jakarta misalnya, seluruh fasilitas kesehatan memadai, sehingga Pemprov DKI Jakarta bisa dengan mudah meningkatkan agresivitas test untuk mencari warga yang positif Covid-19. “Tetapi tanpa kedisiplinan menjalani protokol kesehatan dari warga, agresivitas test Covid-19 yang dilakukan selalu berimplikasi pada bertambahnya jumlah positif Covid-19,” ujarnya.
Menurut dia , peta sebaran positif Covid-19 yang dihasilkan dari test Covid-19 yang agresif juga akan sia-sia dalam pengendalian penyebaran virus, bila warga tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada.
Legislator Partai Nasdem itu, berharap peningkatan penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta bisa diikuti langkah-langkah kreatif agar masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya.
Menurutnya, mekanisme gas dan rem dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 bisa diterapkan dengan segera. Bila penyebaran Covid-19 meningkat dengan tidak terkendali, jelasnya, upaya untuk menekan laju penyebaran atau dianalogikan dengan langkah pengereman harusnya dilakukan. “Pembatasan sosial di zona yang tingkat penularannya tinggi harus benar-benar dilakukan, bukan hanya sekadar mendapatkan orang yang terpapar Covid-19 dari hasil test,” katanya.
Catatan Satgas Covid-19 menunjukkan pertambahan jumlah positif Covid-19 pekan ini per 8 Agustus 2020 yaitu 686 kasus, padahal pertambahan positif Covid-19 pada 1 Agustus 2020 baru 368 kasus.
“Jadi dalam sepekan terakhir terjadi pertambahan dua kali lipat jumlah positif Covid-19 di DKI Jakarta,” ujarnya.
Dalam beberapa kesempatan, Gubernur DKI Jakarta menyebutkan, pertambahan jumlah positif Covid-19 di wilayahnya lebih karena saat ini pihaknya menerapkan test Covid-19 yang agresif untuk mencari warga yang terpapar Covid-19. Tujuannya, untuk mengidentifikasi peta penyebaran virus di Ibu Kota.
Tetapi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 tidak hanya bermodal peta penyebaran yang dihasilkan dari test Covid-19 yang agresif. Lebih penting dari itu, disiplin warga menjalankan protokol kesehatan dalam kesehariannya. (D14-64)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort