Produksi Manufaktur Mikro Kecil Tumbuh 5,62%

SEMARANG – Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Jateng pada triwulan I-2019 naik dari periode yang sama 2018 year on year atau secara tahunan sebesar 5,62%. Kenaikan juga terjadi apabila dibandingkan dengan triwulan IV-2018 sebesar 3,38%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng Sentot Bangun Widoyono mengatakan pada sektor industri, selain perusahaan Industri manufaktur besar dan sedang, ada industri manufaktur mikro dan kecil (IMK).

IMK merupakan usaha industri yang berdasarkan jumlah tenaga kerja antara 1 dan 19 orang, termasuk di dalamnya industri rumah tangga dan jasa industri. ”Data statistik IMK memiliki arti penting bagi perencanaan pembangunan dan memberi andil terhadap kebijakan pemerintah yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tegas Sentot, Jumat (10/5). Di Jateng, perubahan produksi IMK sangat bervariasi. Peningkatan dan penurunan disebabkan oleh permintaan pasar yang berubah-ubah, ketersediaan stok bahan baku, dan sebagian bukan merupakan kegiatan utama. Peningkatan Perubahan produksi IMK ditunjukkan secara tahunan, pada triwulan I-2019 meningkat 5,62 persen. Hal itu menunjukkan terjadi kenaikan produksi hasil pengolahan produk-produk industri manufaktur mikro dan kecil. ”Peningkatan produksi antara lain dipengaruhi oleh peningkatan beberapa kelompok industri pada triwulan I-2019,” ungkap Sentot. Industri percetakan dan reproduksi media rekaman, misalnya, naik 39,07%, industri barang galian bukan logam naik 18,14%, dan industri barang pengolahan lainnya naik 15,75%. Industri manufaktur mikro dan kecil yang turun dalam persentase besar pada triwulan I-2019 adalah kelompok industri mesin dan perlengkapan turun 24,75%; industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional turun 20,20%, serta industri tekstil turun 13,80%. Perubahan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jateng, kata Sentot, berkontribusi terhadap pertumbuhan produksi industri manufaktur nasional. Kenaikan pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil di provinsi ini, menurut dia, terjadi pada 17 kelompok industri dan penurunan pada 4 kelompok industri. Pada produksi nasional kenaikan terjadi pada 21 kelompok industri dan penurunan pada dua kelompok industri. (J14-18)

IMK merupakan usaha industri yang berdasarkan jumlah tenaga kerja antara 1 dan 19 orang, termasuk di dalamnya industri rumah tangga dan jasa industri. ”Data statistik IMK memiliki arti penting bagi perencanaan pembangunan dan memberi andil terhadap kebijakan pemerintah yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tegas Sentot, Jumat (10/5).

Di Jateng, perubahan produksi IMK sangat bervariasi. Peningkatan dan penurunan disebabkan oleh permintaan pasar yang berubah-ubah, ketersediaan stok bahan baku, dan sebagian bukan merupakan kegiatan utama. Peningkatan Perubahan produksi IMK ditunjukkan secara tahunan, pada triwulan I-2019 meningkat 5,62 persen. Hal itu menunjukkan terjadi kenaikan produksi hasil pengolahan produk-produk industri manufaktur mikro dan kecil. ”Peningkatan produksi antara lain dipengaruhi oleh peningkatan beberapa kelompok industri pada triwulan I-2019,” ungkap Sentot. Industri percetakan dan reproduksi media rekaman, misalnya, naik 39,07%, industri barang galian bukan logam naik 18,14%, dan industri barang pengolahan lainnya naik 15,75%. Industri manufaktur mikro dan kecil yang turun dalam persentase besar pada triwulan I-2019 adalah kelompok industri mesin dan perlengkapan turun 24,75%; industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional turun 20,20%, serta industri tekstil turun 13,80%. Perubahan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jateng, kata Sentot, berkontribusi terhadap pertumbuhan produksi industri manufaktur nasional. Kenaikan pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil di provinsi ini, menurut dia, terjadi pada 17 kelompok industri dan penurunan pada 4 kelompok industri. Pada produksi nasional kenaikan terjadi pada 21 kelompok industri dan penurunan pada dua kelompok industri. (J14-18)

Di Jateng, perubahan produksi IMK sangat bervariasi. Peningkatan dan penurunan disebabkan oleh permintaan pasar yang berubah-ubah, ketersediaan stok bahan baku, dan sebagian bukan merupakan kegiatan utama.

Peningkatan

Perubahan produksi IMK ditunjukkan secara tahunan, pada triwulan I-2019 meningkat 5,62 persen. Hal itu menunjukkan terjadi kenaikan produksi hasil pengolahan produk-produk industri manufaktur mikro dan kecil. ”Peningkatan produksi antara lain dipengaruhi oleh peningkatan beberapa kelompok industri pada triwulan I-2019,” ungkap Sentot.

Industri percetakan dan reproduksi media rekaman, misalnya, naik 39,07%, industri barang galian bukan logam naik 18,14%, dan industri barang pengolahan lainnya naik 15,75%. Industri manufaktur mikro dan kecil yang turun dalam persentase besar pada triwulan I-2019 adalah kelompok industri mesin dan perlengkapan turun 24,75%; industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional turun 20,20%, serta industri tekstil turun 13,80%.

Perubahan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jateng, kata Sentot, berkontribusi terhadap pertumbuhan produksi industri manufaktur nasional. Kenaikan pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil di provinsi ini, menurut dia, terjadi pada 17 kelompok industri dan penurunan pada 4 kelompok industri. Pada produksi nasional kenaikan terjadi pada 21 kelompok industri dan penurunan pada dua kelompok industri. (J14-18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort