Pra Tayang Film Start-Up. Komedi Mendewasakan.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Tema pencarian jati diri. Sebagaimana tema percintaan, pengkianatan dan kesetiaan tetap akan menjadi tema abadi dalam sebuah film. Di luar tema memedi (baca: horror), tentunya.

Lihatlah film drama komedi berjudul Start-Up, yang di Korea, pada Desember akhir tahun lalu, sempat menjadi box office.

Di film arahan Choi Jeong-Yeol ini, drama komedi tentang remaja yang dengan riang memberontak, dan memunggungi nasehat ibunya, dikisahkan dengan cara paling mangkus dan sangkil. Sehingga dengan mustahak, pesan yang disampaikannya sampai dengan cara yang paling jitu.

Proses pendewasaan yang diwakilkan sosok Taek-Il (Park Jung-Min), remaja berusia 18 tahun yang “sak enak udele” dan memberontak semua aturan ibundanya, –tipikal ABG yang memaksakan dirinya menjadi dewasa dengan caranya sendiri — diceritakan dengan sangat natural dan manusiawi sekali.

Sebagai mantan atlet bola voli, ibunda Taek-Il, juga bukan sosok sembarang ibu. Ia wanita super. Seorang diri membesarkan dan membiayai satu satunya putra ini.

Tujuannya juga mulia. Meluluskan putranya dari bangku SMA, hingga akhirnya dilanjutkan ke jenjang berikutnya: bangku kuliah.

Dasar ABG, Taek-Il pengennya minggat dari bangku sekolah, yang sepengakuannya, dunia pendidikan formal adalah bukan dia banget. Sehingga mengakibatkan “perang” terus terjadi antara dirinya dan ibundanya.

Alihalih melukuskan keinginan ibundanya, agar masa depannya lebih benderang lewat jalur pendidikan. Taek-Il memutuskan minggat dari rumah, meninggalkan juga kawan sepermainannya, Sang-Pil (Jung Hae-In).

Berbekal tekat yang ngawur, kaburlah tokoh protagonis yang amburadul ini dari rumah. Niatnya cuman satu. Menjadi mandiri tanpa asupan kasih sayang dan finansial dari orang tua satusatunya: ibundanya tercinta.

Hingga dia terlempar ke kota kecil Gunsan, di Provinsi Jeolla Utara, jauh dari Seoul, tempat tinggalnya.

Di kota inilah drama dan nasib merisak, mempermainkan, mentertawakan, dan sebelum akhirnya, mendewasakannya.

Bekerja sebagai pengiriman makanan di restoran Cina. Taek-Il bersirobok nasib dengan juru masak misterius Geo-Seok (Ma Dong-Seok) dari restoran itu. Serta beberapa tokoh lainnya, yang pada akhirnya akan memperumit, sekaligus mematangkan keremajaannya.

Karena dari proses minggat dari rumah, dan hidup mandiri itulah, Taek-Il yang sesekali masih berhubungan dengan Sang-Pil, yang bekerja sebagai rentenir kecil kecilan di Seoul, kelak persoalan dengan ibundanya akan terurai dengan cara jenaka tapi mengharukan.

Di film yang diangkat berdasarkan seri webcomic “Shidong” oleh Jo Geum-San (diterbitkan dari 31 Oktober 2014 hingga 6 November 2015 melalui Daum Webtoon Company), ini proses belajar dan mendewasa hadir dengan cara tidak biasa.

Di film yang diimport ke Indonesia oleh Klikfilm ini, anak perusahaan Falcon Pictures, dan akan mulai beredar per tanggal 22 Januari di jaringan bioskop CGV dan Cinepolis ini, kisah proses pendewasaan hadir dengan cara tidak biasa.

Jadi, bagi remaja yang sedang getol getolnya mengibarkan bendera perang kepada orang tuanya masingmasing, bersiaplah menonton ini. Remaja yang gemar mendaku dirinya paling tahu dan benar atas masa depan dan dirinya sendiri, sehingga orang tuanya dianggap sepi, cobalah tonton film ini.

Apalagi ada aktor laga favorit di film ini. Yaitu Ma Dong-Seok, aktor senior, yang biasanya berlakon di sejumlah film bertema gangster.

Dari film seperti The Outlaws 2 (2019), Ashfall (2019), The Bad Guys: Reign of Chaos (2019) hingga The Gangster, The Cop, The Devil (2019). (benny benke – 69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *