Sejumlah pengunjung melihat-lihat berbagai produk dalam UKM Expo, pameran produk unggulan kelurahan yang digelar di Solo Paragon Mall, Rabu (12/6).(53)
- Regional Jateng

Potensi Ekonomi 54 Kelurahan Dipajang Di Mall

FARID – Arifuddin (27) berharap, busana batik yang dipamerkan dalam UKM Expo di Solo Paragon Mall selama empat hari, 12-15 Juni, makin dikenal masyarakat luas. Pihaknya yakin, dengan branding yang kuat serta jaringan yang luas akan membantu penjualan.

“Batik ini warisan kakek dan nenek, jadi harus kami openi, eman-eman kalau dihentikan, wong ini juga berkait dengan sejarah,” kata Farid dari Kelurahan Bumi Kecamatan Laweyan ketika ditemui di sela-sela pameran, Rabu (12/6).

Harapan serupa disampaikan peserta lainnya, Imelda Kristanti (38). Dia mengaku sudah dua kali ini ikut pameran produk unggulan kelurahan yang digelar Pemkot Surakarta dan hasilnya cukup bagus, baik dalam penjualan maupun jaringan yang terbangun.

“Selama ini kami lebih banyak berjualan secara online dan lewat pameran ini kami bisa memperlihatkan produk kami secara langsung pada masyarakat,” kata Imelda yang berjualan sabun kesehatan. Kepesertaan dia mewakili Kelurahan Ketelan Kecamatan Banjarsari.

Terkenal

Ya, potensi ekonomi dari 54 kelurahan di 5 kecamatan dipajang dalam UKM Expo, pameran produk unggulan kelurahan yang digelar di Solo Paragon Mall selama empat hari, 12-15 Juni. Sebagian besar produk batik, selain kerajinan, dan makanan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nur Haryani berharap, melalui pameran itu produk UKM di kelurahan yang belum dikenal menjadi terkenal dan yang sudah dikenal makin terkenal. “Adalah tugas pemerintah kota untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat.

Nah, UKM Expo, pameran produk unggulan kelurahan ini adalah salah satu upaya Pemkot dalam mengangkat potrnsi ekonomi masyarakat,” kata Nur usai membuka pameran. Hal senada dikatakan ketua panitia pameran, Daryono, dari Sinergi Event.

Menurut dia, tiap kelurahan di Kota Solo banyak menyimpan potensi ekonomi yang masih perlu diperkenalkan. Mulai dari batik, kerajinan, kuliner, hingga potensi pariwisata. “Tidak hanya dikenalkan, potensi ini juga perlu dikembangkan,” kata dia.(G8-53)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *