Ponpes Al-Mubaroq Kerja Sama dengan Al-Azhar

WONOSOBO, Suaramerdeka.news – Pondok Pesantren (PP) Al-Mubaroq melakukan kontrak kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Dalam MoU yang disepakati oleh kedua pihak untuk melakukan pertukaran ilmu dan jalin kerja sama penyaluran siswa pondok pesantren ke Universitas Al-Azhar.

Dalam MoU yang telah ditandatangani oleh kedua pihak tersebut ditekankan kepada penyaluran santri PP Al-Mubaroq dan pertukaran pengajar yang bertujuan menyesuaikan kurikulum ilmu antara PP Al-Mubaroq dan Universitas Al-Azhar.

Pengasuh PP Al-Mubaroq KH Nur Hidayat mengatakan, materi ilmu pondok pesantren yang berada di Indonesia mempunyai kesamaan antara Universitas Al-Azhar, hanya saja metode yang digunakan berbeda.

“Penandatanganan MoU bertujuan untuk mencari warna lain, variasi yang baru agar bermanfaat dalam menyalurkan santri ke Al-Azhar,” kata pengasuh PP Al-Mubaroq.

Dengan adanya penandatangan tersebut, diharapkan santri santri PP Al-Mubaroq dapat menembus Universitas Al-Azhar, sehingga dapat memperoleh ilmu dan menyebarkannya di PP Al-Mubaroq. Sebaliknya, diharapkan juga dari pihak Universitas Al-Azhar dapat mengirimkan pengajarnya untuk mengajar di PP Al-Mubaroq. “Kedepan santri yang sudah belajar di Al-Azhar dan kembali ke pondok pesantren dan mengajar untuk menularkan ilmunya. Selain itu, juga untuk proses jawaisasi, karena kebanyakan apabila sudah lama di Mesir maka kejawaanya hilang, sehingga mereka diwajibkan untuk mengajar terlebih dahulu,” papar Nur Hidayat.

Selain itu, Rektor Ma’had Ali PP Al-Mubaroq Nurul Mubin mengatakan, “Dengan adanya penandatanganan tersebut pihaknya akan langsung menindaklanjutinya untuk menyamakan kurikulum. Setelah diterima, kami akan langsung menyiapkan segala sesuatunya untuk memenuhi persyaratan yang ada,” kata Mubin.

Dijelaskan, Rektor Unoversitas Al-Azhar Syeikh El-Ibrahim Hudhud dalam pembicaraannya mengatakan, mahasiswa Indonesia, memiliki tempat yang paling istimewa dan posisi yang paling depan. Sebab, jumlah mahasiswa dari Indonesia terbanyak, yakni 7.000 dari 40.000 mahasiswa dari 106 negara di dunia. “Mahasiswa asal Indonesia selalu menampakkan ahlakul karimah-nya dan dikenal sebagai mahasiswa yang paling rajin dan selalu aktif dalam kegiatan majelis ulama,” ungkap Ibrahim Hudhud.

Ibrahim mengatakan, penyamaan persepsi Islam sangatlah penting, sebab banyak paham Islam yang tidak mencerminkan ahlakul karimah atau perilaku Islam. “Islam datang untuk memberi rahmat kepada semua umat, bukan hanya Islam saja,” katanya

Dengan adanya kesamaan persepsi maupun pemahaman diharapkan dapat mengubah dan menjadikan kesamaan tentang rahmatal lil alamin. (kim-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort