Polresta Solo Perangi Narkoba Secara Intensif

SOLO- Perang melawan para sindikat narkoba makin diintensifkan oleh Jajaran Satnarkoba Polresta Surakarta.

Dalam beberapa bulan terakhir, ada 12 pelaku kejahatan narkoba baik sebagai kurir, pengedar dan pengguna dapat diringkus petugas.
Adapun sebagian pelaku teridentidikasi pernah masuk penjara atau residivis, baik dalam kasus yang sama maupum kasus pencurian sepeda motor.

Berdasar kasus yang terungkap, sebagian pelaku narkoba mendapat barang terlarang dari narapidana yang kini masih menjalani hukuman di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang ada di Solo maupun di daerah lain.

Hal itu diungkap Kasat Narkoba, Kompol Djoko Satrio Wibowo dalam rilis di Polresta Surakarta, Rabu (26/8).

Adapun para tersangka yang ditangkap di berbagai tempat diantaranya EP (48) warga Pasar Kliwon dengan barang bukti (BB) 5 paket sabu seberat 3,16 gram, DR (24) warga Banjarsari dengan 27 paket sabu seberat 16,6 gram, 20,2 gram tembakau gorila, dan 5,4 gram ganja. Lalu tersangka DIS (39) warga Sukoharjo dengan 2 paket sabu. 

Kemudian tersangka lain yang diamankan yakni YR (28) warga Pasarkliwon dengan 3 paket sabu, CFI (29) warga Boyolali, dengan BN sebanyak 7 paket sabu. Lalu AS (31) warga Sukoharjo diamankan 1 paket sabu, BTP (28) warga Sukoharjo, diamankan 1 paket sabu, SMK (31) warga Banjarsari dengan 3 paket sabu.

Disusul kemudian penangkapan terhadap AA (35) warga Sukoharjo dengan BB pipet lengkap dengan bong sabu, GW (35), warga Sragen, diamankan 1 paket sabu, FS (27) warga Pasarkliwon, diamankan 8 paket sabu, serta MNF (19) warga Sukoharjo diamankan 1 paket sabu.

Kasat Narkoba menambahkan, dari 10 kasus yang diungkap dengan 12 tersangka, tiga tersangka baik sebagai kurir dan pengguna, barangnya didapat dari para narapidana yang dikendalikan dari Lapas.

Djoko Satrio menjelaskan, untuk mengungkap keterlibatan para napi dalam kasus ini, jajaran Satnarkoba telah berkoordinasi dengan pihak lapas. Namun hal itu tidak gampang, karena napi menjual narkoba tidak secara langsung ke pembeli, namun melalui berbagai jaringan. Diluar Lapas, ada yang bertindak sebagai kurir, menaruh barang, hingga ada yang menerima uang dari pembeli melalui transfer ke rekening.

“Ada satu kasus dimana mereka berhubungan tidak lewat WA (aplikasi pesan singkat). Tapi setelah kita dalami, ternyata lewat Messanger Facebook. Makanya kita cek di handphone ternyata tidak ada transaksi,” terang Djoko Satrio mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (26/8).

Dalam perkara ini, lanjut Djoko, para tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Subsider Pasal 127 dan Pasal 139 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkitotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (G11/67)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort