Polkesmar Lepas 2.277 Sukarelawan Mahasiswa Siaga Covid-19

SEMARANG – Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (Polkesmar) melepas 2.277 mahasiswanya untuk menjadi sukarelawan siaga Covid-19 yang tersebar di 1.903 desa dan 34 provinsi di Indonesia.
Mereka dilepas dalam acara yang digelar secara virtual lewat video conference oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kemenkes RI Prof dr Abdul Kadir SpTHT KL(k) PhD MARS, di auditorium kampus, Jalan Tirto Agung, Semarang, Kamis (28/5).
Hadir dalam acara tersebut Kadinkes dr Yulianto Prabowo MKes dan Ketua Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Jateng dr Anung Sugihantono MKes. Acara tersebut juga diisi dengan Seminar Nasional ”Peran Relawan Mahasiswa dalam Pencegahan Pandemi Covid-19 di Masyarakat”.
Adapun Ketua Umum Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana berkesempatan hadir secara virtual untuk memberikan penghargaan atas banyaknya mahasiswa Polkesmar yang menjadi sukarelawan Covid-19. ”Sebanyak 2.277 sukarelawan mahasiswa Polkesmar untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di 1.903 desa dan 34 provinsi ini layak mendapatkan penghargaan Rekor Muri,” katanya.
Atas prestasi tersebut, Muri yang diwakili oleh Senior Manager Sri Widayati memberikan tiga penghargaan sekaligus, yakni kepada Badan PPSDM Kemenkes RI sebagai pemrakarsa, Polkesmar sebagai penyelenggara sekaligus pemegang rekor, dan Dinkes Jateng sebagai pendukung ”Pengiriman Sukarelawan Mahasiswa Siaga Covid-19 Terbanyak”.
Wapadai Gejala
Lebih lanjut, Prof Abdul Kadir meminta agar para sukarelawan ikut membantu menyebarkan informasi yang akurat kepada masyarakat, mengedukasi, memberi dukungan psikologis untuk mengurangi kepanikan, ikut mengarahkan alur tindakan medis, dan ikut memantau serta memberikan pengertian terkait pentingnya social distancing, physical distancing, karantina atau isolasi mandiri untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. ”Waspadai pula dengan gejalanya, seperti demam tinggi, batuk kering, badan lemas, bahkan ada yang diare karena virus ini bisa bermutasi setiap saat dengan menunjukkan gejala yang berbeda. Beri pemahaman jika mereka merasakan gejala tersebut agar secepatnya memeriksakan diri ke puskesmas.”
Sementara itu, Direktur Polkesmar Marsum BE SPd MHP dalam sambutannya mengatakan, para mahasiswa tersebut akan mengisi liburan semester mereka sebagai sukarelawan hingga akhir Juni mendatang. ”Polkesmar ingin berkontribusi langsung dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan terjun langsung ke tengah masyarakat,” papar Marsum.
Diakuinya, menjadi sukarelawan Covid-19 merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus untuk mengamalkan ilmu yang didapatkan mahasiswanya. ”Berikan masyarakat edukasi kesehatan, khususnya pemahaman tentang bahaya penularan penyakit Covid-19. Bagaimana cara memakai masker yang tepat, mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan, konsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga.”
Selain itu, sukarelawan diharapkan bisa mendorong partisipasi warga untuk menerapkan hidup bersih dan sehat sekaligus memberdayakan masyarakat. ”Para mahasiswa juga nantinya akan bergabung, berkolaborasi, dan bersinergi dengan sukarelawan di tingkat RT, RW, serta kelurahan di sekitar tempat tinggal mereka masing-masing.” (D2-65)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *