Plafform ePro, Investasi Properti dengan Modal Mulai Rp 4 Juta

JAKARTA -Platform digital ePro, startup khusus investasi menjembatani kendala biaya investasi yang terlalu besar di awal dengan solusi membuka jaringan investor. Bisnis properti dan perhotelan ini bisa dimulai dari Rp 4 juta.

Partner founder ePro Jonathan Lansing menyatakan platform digital ini akan membantu masyarakat dalam investasi properti yang biasanya membutuhkan modal besar. Melalui startup investasi ini, kendala biaya investasi dapat diselesaikan dengan membuka jaringan investor.

Dia menyatakan ePro lewat platform digitalnya, memudahkan siapa saja untuk mulai berbisnis properti dengan memiliki bagian dari resor eksklusif bintang lima. “Bisnis ini bisa dimulai hanya dengan uang muka sebesar Rp 4 juta rupiah saja,” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (17/1).

Sebagai startup investasi properti berbasis digital pertama di Indonesia, ePro bertujuan mempermudah investasi properti untuk seluruh kalangan. Selanjutnya, ePro juga akan bekerjasama dengan berbagai hotel, resor dan developer-developer ternama untuk memperluas ekspansi bisnis properti ini ke seluruh Indonesia, tak hanya di Pulau Dewata saja.

“ePro dirancang untuk membuat siapapun bisa berinvestasi di bidang properti, khususnya properti hotel mewah dengan fasilitas terbaik,” tambahnya.

Pihaknya menginginkan agar proses investasi menjadi semudah mungkin, dengan harga terjangkau dan dalam genggaman tangan. “Lewat aplikasi ePro, investor dapat dengan mudah mengecek progress, return dan keuntungan investasinya kapan saja, dari mana saja,” paparnya.

Jonathan menambahkan selama ini, kendala terbesar investasi properti, apalagi bisnis hotel, adalah permodalan awal yang terlalu besar. “Dengan hadirnya ePro, modal awal ini dibagi rata ke banyak investor, sehingga nilai investasi pun tidak dirasa terlalu berat tapi hasilnya tetap optimal,” tambahnya.

Gaet Anantara Seminyak
Menurutnya, investasi dalam bidang properti adalah salah satu jenis investasi yang terbaik. Pasalnya, nilai properti menjadi aset tak bergerak yang selalu naik. Selain itu, bisnis properti yang juga merangkap sebagai penginapan liburan tentunya semakin menarik untuk dijalankan. Investasinya tak hanya pada nilai properti yang kian meningkat melainkan juga bisnis hotel. Bisnis ini memiliki penghasilan aktif bulanan yang mampu mempercepat RoI alias Return of Investment atau atau “balik modal”.

“Nah, sayangnya, memulai bisnis properti hotel, apalagi dengan lokasi strategis, tentunya tidak mudah dan tidak terjangkau oleh banyak orang, karena terkendala investasi di awal yang berjumlah puluhan bahkan ratusan milyar,” kata Jonathan.

Untuk itu, dalam proyek perdananya, ePro menggaet Anantara Seminyak untuk menjadi partner dalam penjualan lot sewa unit kamar per malam dalam kerjasama jangka panjang selama 10 tahun. Anantara Seminyak, salah satu resor paling mewah dan eksklusif di Bali, merupakan hotel bintang lima yang hanya memiliki kamar berjenis suite saja. Kesemua kamar menghadap Samudera Hindia, langsung dengan pemandangan pantai berpasir keemasan dan laut lepas.

Dia menambahkan fasilitas ini siap ditawarkan sebagai bisnis investasi properti nan menggiurkan. “Perhitungannya 1 lot adalah satu malam di satu kamar hotel,” tambahnya.

Cara kerja ePro sendiri adalah memfasilitasi investor untuk membeli “lot kamar” – di mana, 1 lot adalah penggunaan 1 malam di 1 kamar hotel Anantara Seminyak, Bali, dengan nilai investasi minimal. Bersama dengan Anantara, ePro mengelola alokasi “lot” atau kamar yang dibeli investor, dengan memberikan profit / keuntungan yang cukup maksimal. “Semua proses investasi dan pengelolaannya bisa dipantau oleh investor dengan sangat mudah, lewat aplikasi ePro di ponsel,” tambahnya. (J10/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *