Petani Sorong Bahagia Terima KUR Pertanian

SORONG- Kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kota Sorong, Papua Barat meninggalkan kesan bahagia bagi Ludia (28) tahun. Anak muda ini memulai usaha dibidang pertanian dengan menanam sayuran.

Selama ini hasil panen yang didapat dan dijual,  secara teratur setiap bulan dia menyisihkan pendapatannya menambung di salah satu Bank milik pemerintah. Ludia berkeinginan mengembangkan usahanya, tidak hanya menanam sayuran tapi juga ingin beternak.

“Saya sempat bicarakan dengan penyuluh di kampung. Selain tanam sayur, saya juga ingin beternak babi,” kata dia. Bahkan dirinya sempat mengutarakan kepada pihak bank tempat dia menabung.

Dengan senyum sumringah,  dia melanjutkan, “saya tidak percaya ketika dihubungi Bank sebagai penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebesar 30 juta rupiah dan diminta hadir dalam acara penyerahan KUR pertanian oleh Mentan Syahrul,” tuturnya girang.

Dengan suara mata berkaca kaca Ludia mengucapkan syukur dan terima kasih atas dukungan pemerintah. Dirinya berjanji akan menggunakan KUR untuk ternak babi dan mengembangkan tanaman sayuran.

Penerima bantuan KUR lainnya, Abun (30) merasakan pemerintah berpihak pada petani kecil. Sebagai petani sayuran, bantuan KUR pertanian ini akan digunakan untuk membeli pupuk, dan bibit sayuran.” Modal ini akan saya gunakan untuk beli pupuk dan tanam sayuran, saya tanam yang ringan ringan saja, karena sayuran ini perawatannya tidak susah,” ungkapnya.

Abun berharap pemerintah terus mendukung petani dengan permodalan seperti ini. Kemudahan dan keringanan untuk mengembangkan usaha tani, sangat penting baginya sebagi insentif.

Kepala Biro Humas dan informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menjelaskan Kredit Usaha Rakyat (KUR)  pertanian, adalah skema permodalan yang bertujuan meningkatkan usaha rakyat dibidang pertanian, melalui kredit usaha dengan bunga rendah 6 % pertahun.

“Mentan Syahrul punya komitmen kuat. Kementerian Pertanian menyiapkan 50 trilliun khusus KUR pertanian. Siapapun bisa mengakses. Petani dan milenial berorientasi ekspor saya sarankan manfaatkan ini,” tegas Kuntoro. (red/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *